Koordinator Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia Muhamad Riyadh menilai kenaikan nilai kurs dolar AS justru menguntungkan produk-produk ekspor Indonesia.
"Harga dolar AS naik juga membuat kita lebih mengunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor," kata Riyadh melalui keterangan tertulis di Jakarta, 9 Maret 2026.
Terkait perjanjian dagang resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat, kata Riyadh, merupakan kerja sama yang justru bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi dan industri di Indonesia.
"Pembelian minyak dan LNG dari Amerika Serikat menjadi alternatif akibat tertutup jalur perdaganag minyak dan LNG yang selama ini dibeli dari kawasan konflik Timur Tengah," kata Riyadh.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: