Pelemahan ini mencatatkan rekor terendah baru dalam sejarah, melampaui level terburuk saat krisis moneter 1998 maupun periode pandemi Covid-19.
Koordinator Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia Muhamad Riyadh menilai turunnya nilai kurs rupiah terhadap dolar AS merupakan fenomena biasa dalam pasar keuangan dunia yang berimbas pada ekonomi Indonesia.
"Karena saat ini tengah terjadi konflik di Timur Tengah atau guncangan politik global," kata Riyadh melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin 9 Maret 2026.
Sebab, kata Riyadh, konflik tersebut memicu skenario penghindaran risiko yang menyebabkan investor meninggalkan aset yang lebih berisiko dan bergegas mencari keamanan di mata uang dolar AS.
"Harga dolar naik karena tingginya permintaan dolar di pasar keuangan," kata Riyadh.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: