Nilai Tukar Rupiah Merosot Fenomena Biasa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 10 Maret 2026, 04:14 WIB
Nilai Tukar Rupiah Merosot Fenomena Biasa
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin 9 Maret 2026 melemah hingga menembus level Rp17.000 per dolar AS. 

Pelemahan ini mencatatkan rekor terendah baru dalam sejarah, melampaui level terburuk saat krisis moneter 1998 maupun periode pandemi Covid-19.

Koordinator Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia Muhamad Riyadh menilai turunnya nilai kurs rupiah terhadap dolar AS merupakan fenomena biasa dalam pasar keuangan dunia yang berimbas pada ekonomi Indonesia.

"Karena saat ini tengah terjadi konflik di Timur Tengah atau guncangan politik global," kata Riyadh melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin 9 Maret 2026.
 
Sebab, kata Riyadh, konflik tersebut memicu skenario penghindaran risiko yang menyebabkan investor meninggalkan aset yang lebih berisiko dan bergegas mencari keamanan di mata uang dolar AS. 

"Harga dolar naik karena tingginya permintaan dolar di pasar keuangan," kata Riyadh. rmol news logo article
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA