Neraca Dagang RI Surplus Rp44,5 Triliun pada November 2025

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Senin, 05 Januari 2026, 14:01 WIB
Neraca Dagang RI Surplus Rp44,5 Triliun pada November 2025
Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
rmol news logo Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada November 2025 sebesar 2,66 miliar Dolar AS atau setara Rp44,5 triliun.

Angka ini naik 11,29 persen dibandingkan surplus Oktober 2025 yang sebesar 2,39 miliar Dolar AS.

“Pada November 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar 2,66 miliar Dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Konferensi Pers BPS, Senin 5 Januari 2025.

Pudji menjelaskan, surplus neraca perdagangan November 2025 ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatat surplus 4,64 miliar Dolar AS.

Tiga komoditas utama penyumbang surplus tersebut adalah lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15), besi dan baja (HS 72), serta nikel dan barang daripadanya (HS 75).

Di sisi lain, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 1,98 miliar Dolar AS. Defisit ini terutama disumbang oleh impor minyak mentah dan hasil minyak.


Ekspor Turun Tahunan


Sementara itu BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai 22,52 miliar Dolar AS atau turun 6,08 persen secara tahunan (yoy).

Penurunan ini terutama berasal dari ekspor nonmigas yang turun 5,09 persen menjadi 21,64 miliar Dolar AS. Sedangkan ekspor migas tercatat sebesar 0,88 miliar Dolar AS atau anjlok 32,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Penurunan nilai ekspor November 2025 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor non migas,” ungkap Pudji.


Impor Naik Tipis

Adapun total nilai impor Indonesia pada November 2025 mencapai 19,86 miliar Dolar AS atau naik 0,46 persen dibandingkan November 2024.

Pudji menyebutkan, impor migas meningkat cukup tinggi menjadi 2,86 miliar Dolar AS atau naik 11,19 persen secara tahunan. Sebaliknya, impor nonmigas tercatat sebesar 17 miliar Dolar AS atau turun 1,15 persen yoy.

“Peningkatan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh peningkatan impor migas dengan andil sebesar 1,46 persen,” tandasnya. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA