Setidaknya ada tiga faktor yang mempengaruhi harga, termasuk Indeks Dolar (DXY) yang naik ke 98,90, level tertinggi sejak Agustus 2025. Kenaikan ini membuat aset berisiko seperti Bitcoin kurang diminati karena Dolar yang kuat meningkatkan biaya investasi bagi investor luar negeri.
Hal ini akhirnya membuat banyak pelaku pasar beralih ke emas yang naik empat persen menjadi 4.000 Dolar AS per ons sebagai aset aman.
Tekanan juga datang dari aksi ambil untung para “paus” atau pemegang besar. Data CryptoQuant mencatat sekitar 5,7 miliar Dolar AS dalam bentuk Bitcoin dipindahkan ke bursa dalam sepekan terakhir.
Dari sisi teknikal, Bitcoin gagal menembus level 126.000 Dolar AS dan melemah ke area support 122.000 Dolar AS. Indikator pasar menunjukkan momentum mulai menurun.
Pantauan utama saat ini adalah apakah Bitcoin dapat bertahan di atas 119.500 Dolar AS atau justru tergelincir ke 115.000 Dolar AS akibat penguatan greenback yang berlanjut.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: