Dalam pernyataannya pada Selasa 25 Februari 2025, Bundesbank mengonfirmasi bahwa neraca keuangannya tahun lalu menunjukkan defisit sebesar 19,2 miliar Euro (sekitar Rp329 triliun).
Meskipun bank tersebut telah memperingatkan akan adanya defisit untuk beberapa waktu mendatang, kerugian saat ini telah menghabiskan cadangannya, yang berarti bank tersebut tidak akan dapat membayar dividen kepada pemerintah Jerman.
"Kami perkirakan tidak akan dapat mendistribusikan laba untuk waktu yang lama," kata Presiden Bundesbank Joachim Nagel, seperti dimuat RT.
Defisit diperkirakan akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, meskipun Bundesbank mengantisipasi bahwa kerugian akan lebih rendah dibandingkan tahun 2024.
Perkembangan ini terjadi saat ekonomi Jerman mengalami kemerosotan yang parah. Pada tahun 2024, ekonomi utama Uni Eropa itu mengalami kontraksi untuk tahun kedua berturut-turut, pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.
Angka resmi yang dirilis bulan lalu menunjukkan bahwa produk domestik bruto turun 0,2 persen tahun lalu setelah turun 0,3 persen pada tahun 2023.
BERITA TERKAIT: