Dikutip dari
Reuters, Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, melorot 0,39 persen menjadi 106,33.
Pedagang kembali dikhawatirkan tentang pertumbuhan ekonomi Amerika dan ketakutan mengenai inflasi karena tenggat waktu tarif yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada dan Meksiko semakin dekat.
Imbal hasil US Treasury 10 tahun turun 8,9 basis poin menjadi 4,304 persen setelah mencapai level terendah dua setengah bulan di 4,283 persen.
Dolar AS juga melemah 0,44 persen menjadi 149,05 terhadap Yen Jepang, dan merosot 0,5 persen menjadi 0,892 terhadap Franc Swiss.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan ekonomi Amerika lebih rapuh di bawah permukaan daripada yang ditunjukkan metrik ekonomi.
Peso Meksiko menguat 0,02 persen terhadap Dolar AS menjadi 20,468, sementara Dolar Kanada melemah 0,27 persen menjadi 1,43.
Nilai tukar Poundsterling menguat 0,3 persen menjadi 1,2662 Dolar AS.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengatakan akan mendongkrak pengeluaran pertahanan tahunan menjadi 2,5 persen dari PDB pada 2027 dan menargetkan level 3 persen. Sinyal untuk Trump bahwa Inggris akan memperkuat keamanan Eropa, di tengah panasnya geopolitik yang dipicu oleh diskusi Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait perdamaian di Ukraina.
Kebalikan dari rencana Inggris, Trump justru mengusulkan agar Amerika serikat, Rusia, dan Tiongkok, memangkas anggaran pertahanan mereka hingga setengahnya.
BERITA TERKAIT: