Sentimen utama penggerak pasar adalah melemahnya indeks Dolar AS (DXY) serta meredanya kekhawatiran inflasi menyusul anjloknya harga minyak dunia.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 1,9 persen ke level 5.231,79 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS melonjak 2,7 persen menjadi 5.242,10 Dolar AS per ons.
Melemahnya Dolar AS membuat emas menjadi lebih murah dan menarik bagi investor global. Begitu juga dengan harga minyak anjlok 11 persen (ke bawah 90 Dolar AS) setelah Presiden Donald Trump memprediksi konflik di Timur Tengah segera berakhir. Hal ini meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi jangka panjang.
Penurunan harga minyak dari puncaknya memberi ruang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Pasar memprediksi suku bunga akan ditahan pada pertemuan 17-18 Maret mendatang.
Harga perak juga naik 2,7 persen dan Platinum menguat 2,2 persen, sedangkan Paladium justru terkoreksi tipis 0,9 persen..
Di Dubai, emas fisik dijual dengan harga diskon dibanding pasar London akibat keterbatasan penerbangan yang menghambat distribusi logam mulia di tengah konflik wilayah.
BERITA TERKAIT: