Pimpinan Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah mengantisipasi eskalasi konflik Israel dan Iran, khususnya berkaitan dengan dampaknya terhadap kenaikan harga minyak mentah.
Pasalnya, pasca terjadinya konflik dua negara itu, nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah tembus ke angka Rp16.000, sementara harga minyak mentah nyaris melampaui 90 dolar AS per barel.
"Meski cadangan devisa kita aman, perlu diwaspadai impor bahan baku produksi, termasuk minyak mentah, akan semakin mahal ke depannya," kata Eddy, dikutip Selasa (16/4).
Sekjen DPP PAN ini menegaskan langkah antisipasi pemerintah penting dilakukan karena eskalasi di Timur Tengah akan menaikkan harga minyak mentah dan berdampak pada APBN.
"Setiap kenaikan minyak mentah senilai 1 dolar AS akan meningkatkan pendapat negara sebesar Rp3,6 triliun, namun menguras pengeluaran senilai Rp10 triliun, karena kita impor minyak mentah sebesar 1 juta barrel per hari," ujarnya.
"Eskalasi konflik di Timur Tengah akan semakin meningkatkan harga minyak mentah," demikian Eddy Soeparno.
BERITA TERKAIT: