Atasi Krisis Covid-19, Sandiaga Uno: Pengusaha Harus Bisa Adaptasi Ambil Posisi Tidak Terpuruk

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 13 April 2020, 02:09 WIB
Atasi Krisis Covid-19, Sandiaga Uno: Pengusaha Harus Bisa Adaptasi Ambil Posisi Tidak Terpuruk
Sandiaga Uno saat bahas Ekonomid/Repro
rmol news logo Para pengusaha di Indonesia diharapkan dapat melihat peluang di saat krisis yang terjadi di Indonesia akibat Pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Hal itu disampaikan oleh pelaku usaha yakni Sandiaga Salahuddin Uno saat diskusi melalui meeting online membahas sisi ekonomi disaat krisis akibat Covid-19 pada Minggu (12/4).

Menurut Sandi, ada sisi optimis yang merupakan peluang bagi pelaku usaha disaat menghadapi krisis.

"Krisis ini bahasa Mandarinnya Wei-jidi mana Wei-nya berbahaya dan ji-ya itu justru peluang. Nah ini menarik berarti walaupun ada satu krisis kesehatan, krisis ekonomi, tentunya juga ada peluang-peluang. Saya ingin melihat juga para pengusaha-pengusaha untuk melihat apa nih peluang yang kita bisa kontribusikan pada saat seperti ini," ucap Sandiaga Uno, Minggu (12/4).

Peluang yang dimaksud Sandiaga ialah terdiri dari berbagai sektor, seperti sektor kesehatan terdapat penyediaan fasilitas kesehatan, jasa kesehatan, promotif preventif, food processing, ritel yang berkaitan dengan makanan.

"Sekarang semuanya, bawang merah habis, supply daripada makanan sekarang betul-betul dicari, gula, beras juga sudah menjadi Rp 12 ribu. Nah ini jadi tugas sama-sama bagaimana menstabilkan antara supply dan demand," jelas Sandiaga.

Selain itu kata Sandiaga juga sedang dibutuhkan personal sanitasi, alat pelindung diri (APD) yang juga sudah dimanfaatkan oleh pelaku UMKM.

"Banyak perusahaan-perusahaan sekarang memproduksi masker, baik masker yang medika great maupun masker yang terbuat dari kain oleh UMKM ini sekarang banyak diminta," kata Sandiaga.

Tak hanya itu, kebutuhan Information and communications technology (ICT) saat ini juga sangat dibutuhkan selama Work From Home (WFH), belajar maupun beribadah di rumah selama Pandemi Covid-19 serta untuk kebutuhan belanja online.

"Ini ketahanan pangan ini juga merupakan salah satu sektor yang mesti kita fokuskan. Jadi adaptasi terhadap realita baru itu juga kesempatan untuk pengusaha memastikan bahwa kita tidak hanya terdampak secara negatif, tapi kita bisa melakukan adaptasi-adaptasi untuk bisa mengambil posisi yang tidak terlalu terpuruk karena Covid-19," harapnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA