Berbicara di Gedung Putih pada Senin, 6 Juli 2026, waktu AS, Trump menegaskan ia hanya meminta agar insiden tersebut ditinjau ulang karena meyakini keputusan wasit keliru. Ia juga mengatakan dirinya tidak melihat tindakan Balogun sebagai pelanggaran yang layak diganjar kartu merah.
"Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu sebuah pelanggaran," kata Trump, dikutip Selasa 7 Juli 2026.
Menurutnya, insiden yang melibatkan Balogun dan pemain Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic, hanyalah benturan biasa dalam pertandingan sepak bola.
"Saya tidak berpikir itu pelanggaran. Saya melihatnya sebagai dua atlet hebat yang bertabrakan dan saling berbelit. Itu bukan seseorang yang sengaja memukul wajah lawannya. Itu situasi yang berbeda," ujarnya.
Trump juga memuji keputusan FIFA yang akhirnya membatalkan hukuman Balogun.
"Saya pikir mereka membuat keputusan yang sangat brilian. Keputusan wasit memberikan kartu merah itu mengerikan," katanya.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ia memahami keputusan akhir bukan dibuat oleh Gianni Infantino secara pribadi, melainkan oleh Komite Disiplin FIFA yang memiliki kewenangan penuh dalam menangani kasus tersebut.
Pernyataan Trump muncul sehari setelah FIFA memutuskan membatalkan hukuman larangan bermain terhadap Balogun. Sebelumnya, penyerang berusia 25 tahun itu mendapat kartu merah langsung saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Saat pertandingan berlangsung, wasit Raphael Claus sempat membiarkan permainan berlanjut. Namun setelah mendapat rekomendasi dari VAR dan meninjau tayangan ulang di monitor, ia mengubah keputusannya dan mengusir Balogun karena tekel yang mengenai pergelangan kaki Muharemovic.
Komite Disiplin FIFA kemudian meninjau ulang insiden tersebut dan memutuskan membatalkan sanksi larangan bermain. Dengan keputusan itu, Balogun dinyatakan dapat tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar. Banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Belgia juga telah ditolak.
Di tengah kontroversi tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa keputusan mengenai Balogun diambil melalui proses yang independen dan bebas dari campur tangan politik.
"Saya telah melihat komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait penangguhan Balogun. Saya ingin menegaskan kembali prinsip dasar tata kelola FIFA," kata Infantino.
Ia menjelaskan bahwa badan peradilan FIFA bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, serta mengambil keputusan berdasarkan fakta dan peraturan yang berlaku.
"Apakah kita secara pribadi menyukai suatu keputusan atau tidak, itu tidak relevan. Menghormati lembaga independen dan supremasi aturan adalah hal yang menjaga integritas kompetisi dan kredibilitas FIFA setiap saat," ujar Infantino.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: