
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengapresiasi Nahdlatul Ulama (NU) mengangkat isu monopoli dan persaingan usaha dalam gelaran Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas-Konbes)-nya di Banjar, Jawa Barat.
Komisioner KPPU, Afif Hasbullah mengatakan, isu persaingan usaha ini merupakan rangkaian panjang yang hingga kini pengawasannya mandek di tahap pembahasan RUU di DPR.
"Sebagaimana diketahui, UU 5/1999 sudah lama dikehendaki untuk direvisi atau amandemen. Saat ini proses penyusunan RUU Anti monopoli ini masih di meja DPR," ujar Afif melalui keterangan tertulis, Kamis ((28/2).
Afif berharap, dengan diangkatnya isu ini dalam Munas-Konbes NU yang dibuka oleh Presiden Jokowi bisa menggeber pembahasannya di DPR.
"Yakni disahkannya RUU Anti Monopoli yang baru menggantikan UU 5/1999 yang sudah kurang bisa memenuhi kebutuhan praktik di dunia usaha saat ini," tukasnya.***
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.