Penerbangan JT922 mengalami keterlambatan keberangkatan dari yang seharusnya take off pada 10.30 WIB dikarenakan kondisi aspal di ujung landas pacu ambla.
"Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, pilot menunda keberangkatan ketika pesawat di posisi bersiap untuk lepas landas. Pukul 10.30 WIB, pilot JT922 menginformasikan bahwa pada roda depan (nose wheel) tersangkut aspal sehingga menyebabkan pesawat tidak bisa bergerak maju," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, melalui pesan elektronik kepada redaksi, Minggu (20/5).
Setelah proses penanganan JT922 dilakukan berdasarkan prosedur yang berlaku dan berjalan dengan baik, pesawat diberangkatkan pukul 13.41 WIB. Pesawat tiba di Denpasar pukul 15.50 WITA.
"Kejadian ini berpotensi menyebabkan keterlambatan rute Denpasar-Kupang pergi pulang (PP) dan Denpasar ke Solo," katanya.
Danang mengatakan dengan kerjasama yang baik antara Lion Air, pengelola bandar udara, perusahaan layanan darat (ground handling) dan berbagai pihak, pesawat Boeing 737-900ER (B739) registrasi PK-LGJ sudah dilakukan penarikan (towing) menuju landas parkir (apron) menggunakan kendaraan penarik pesawat (pushback car).
"Seluruh kru pesawat, 179 penumpang dewasa, tujuh anak-anak serta tiga bayi dalam keadaan selamat dan sudah mendapatkan layanan terbaik dengan dikembalikan menuju ruang tunggu keberangkatan (boarding gate)," tukas dia.
BERITA TERKAIT: