"Salah satu kendala, lahan untuk perpanjangan
runway belum dibebaskan," tutur Kepala Kantor UPBU Tunggul Wulung, Faisal Marabessy saat memaparkan kondisi bandara kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Minggu (6/8) kemarin.
Bandara tersebut diproyeksikan untuk operasional pesawat tipe ATR sehingga perlu perpanjangan
runway.
"Rencananya (maskapai) Garuda. Tapi, saat ini yang sudah terealisasi baru Wings Air. Selasa (8/8) besok sudah mendarat perdana," tutur Faisal.
Saat ini, bandara Tunggul Wulung memiliki
runway sepanjang 1.400 meter. Rencana perpanjangan dengan lahan yang ada, diestimasikan mencapai 1.800 meter.
"Luas lahan totalnya 43 hektare. Tapi, belum siap, karena ada cerobong PLTU dan makam atau panembahan di masing-masing ujung
runway," papar Faisal.
Kendala lainnya, masih ada sebagian lahan bandara yang belum dapat disertifikasi. Kemudian kendala konvensional, seperti aktivitas sebagian warga yang masih menyeberang melintasi
runway. Serta, fasilitas
conveyor area keberangkatan dan kedatangan belum tertampung dalam Dipa satker kantor UPBU Tunggul Wulung tahun anggaran 2017.
[wid]
BERITA TERKAIT: