Kota Industri Genjot Daya Saing Daerah

Pemerintah Bisa Tiru Malaysia

Kamis, 03 Agustus 2017, 09:03 WIB
Kota Industri Genjot Daya Saing Daerah
Foto/Net
rmol news logo Pemerintah didorong untuk mengembangkan kota industri. Hal ini untuk meningkatkan daya saing daerah di era persaingan global seperti sekarang ini.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Econom­ics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengata­kan, konsep kota industri harus dikembangkan secara terintegrasi dengan kawasan penunjangnya, seperti hunian, komersil, infrastruktur, konek­tivitas dan fasilitas umumnya. Tenant-tenant yang ada di kota industri juga harus meningkat­kan daya saing daerah.

"Contohnya seperti di Ma­laysia yang mulai membentuk kota-kota baru dengan jenis industri dan infrastruktur pen­dukung yang memang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah setempat," kata Enny di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, banyak nega­ra-negara lain telah mengem­bangkan kota industri dengan pendekatan seperti itu. Ter­masuk menggandeng akade­misi dan universitas untuk memberikan pelatihan atau untuk bekerja sama mengem­bangkan pusat inovasi dan riset.

"Misalnya, industri otomo­tif yang menyediakan pusat pelatihan atau inovasi seperti laboratorium, sehingga bisa menciptakan riset yang sesuai dengan kebutuhan setempat," ujar Enny

Ke depan, pembangunan kota industri juga diharapkan mampu membantu kota-kota lain untuk berkembang dan bersaing secara global. Karena itu, pemerintah perlu mendorong pusat-pusat daerah yang kompetitif dengan me­maksimalkan potensi yang sesuai, contohnya berbasis teknologi, otomotif, perke­bunan, pertanian atau peri­kanan.

"Pemerintah juga harus men­dukung melalui pembangunan infrastruktur pelabuhan untuk mengakomodir industri dan pabrikkan," katanya.

Menteri Perindustrian Air­langga Hartarto mengatakan, pembangunan kawasan in­dustri tersebut perlu didukung oleh tersedianya infrastruk­tur yang terintegrasi seperti jalan, pelabuhan, dan jalur kereta api. "Kami meyakini, terbangunnya kawasan in­dustri yang terintegrasi bisa mendorong tercapainya pe­merataan perekonomian," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Koor­dinasi Penanaman Modal (BKPM) sendiri tengah gencar menjajaki investor-investor yang memiliki komitmen dan visi yang searah dengan pemerintah, baik investor yang telah menjadi mitra In­donesia maupun investor baru. Misalnya, CFLD Indonesia yang merupakan perusahaan investasi global berbasis di Singapura yang berpengala­man mengembangkan kota industri. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA