Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menjelaskan, pemerintah seharusnya membuat kalkulasi dalam kebijakan pengetatan anggaran di sektor riil.
Enny menjelaskan, dalam kondisi normal, subsidi memang tidak efektif dalam efisiensi perekonomian, namun persoalannya sekarang daya beli masyarakat sedang berada dalam lampu kuning.
"Ini yang mestinya di kalkulasi dengan baik. Jadi berapa misalnya dampak ketika subsidi itu dicabut dengan potensi penurunan daya beli masyarakat. Nah ini yang menurut saya pemerintah kurang hati-hati, karena ternyata inflasi yang terjadi di bulan Juni kemarin itu benar-benar ketara sekali dampanya," ujar dia saat dihubungi, Rabu (5/7).
Enny menambahkan, kebijakan tersebut harus segera dikoreksi dikarenakan kontra produktif dengan program-program stimulus investasi.
"Karena investasi itukan sangat tergantung dengan permintaan. Karena pasar kita itu 80 persen masih domestik. Nah kalau daya beli ini turun, injeksi apapun untuk mendorong investasi ini akan majal," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: