"Kita akan melaksanakan program strategis pemerintahan Pak Jokowi memberi perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja dengan kerjasama instansi pemerintah dan swasta," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam sambutan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Senin (15/5).
Menurut Agus, kerjasama ini merupakan kesepakatan penyediaan, pemanfaatan serta pengembangan data dan informasi untuk BPJS Ketenagakerjaan memetakan data potensi peserta BPJS ketenagakerjaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan menggunakan data yang valid, pemetaan potensi pekerja dapat dibentuk sesegera mungkin menentukan strategi yang tepat mengakuisisi pekerja.
"Data-datanya lebih complicated atau rinci untuk kita rumuskan kebijakan yang tepat strategi jaminan sosial," kata Agus.
Sebagai misal, dia menyebutkan, sekalipun data ketenagakerjaan di Indonesia menyebutkan terdapat 125,5 juta tenaga kerja, setelah diperinci lagi berdasarkan kriteria BPJS Ketenagakerjaan yang potensial jadi peserta 86 juta pekerja. Karena untuk PNS dan Anggota TNI/Polri tidak masuk peserta BPJS Ketenagakerjaan. Begitu pula mereka yang belum berusia 17 tahun atau mereka yang berusia Di atas 55 tahun.
"Para pekerja ini juga masih dibagi penerima upah dan bukan penerima upah, dimana potensi terbanyak adalah bukan penerima upah atau mereka yang bekerja di sektor non formal," terangnya.
Kepala BPS Suharyanto menjelaskan, jumlah seluruh pekerja di Indonesia sebanyak 125,5 juta yang terbagi dalam 15 sektor pekerjaan, dimana yang terbesar sektor pertanian yang mencapai 32 persen disusul sektor perdagangan. Secara keseluruhan jumlah usaha di Indonesia mencapai 26,7 juta usaha dimana 98 persennya katrgori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
"Mungkin nanti dilakukan kajian strategi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kita memiliki data-data dan sebaran yang lengkap sampai di tingkat Propinsi," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga, E. Ilyas Lubis menambahkan untuk mendukung kerjasama ini, data potensi diterima akan dieksekusi secara langsung dengan mengotimalkan kinerja kerja 11 Kantor Wilayah, 121 Kantor Cabang dan 203 Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan.
[san]
BERITA TERKAIT: