"Pembangunan rusun bagi santri di pondok pesantren merupakan bagian bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan. Semoga rusun bisa memberikan kontribusi nyata bagi santri dalam menimba ilmu di pondok pesantren," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Rabu, (5/4).
Dijelaskan Basuki, pembangunan rusun ponpes pada tahun 2015 hingga 2016 telah berhasil merealisasikan sebanyak 43 tower, yang terdiri dari 1.290 unit di 18 provinsi.
Beberapa Rusun yang dibangun telah selesai dibangun pada periode itu antara lain, Rusun Ponpes Darul Ulum yang terletak di Semarang, Rusun Ponpes Al Hidayah di Banyumas, Rusun Ponpes Nahdlatul Ulum di Maros (Sulawesi Selatan), dan Rusun Ponpes Darul Hikmah Tulungagung (Jawa Timur).
Pada tahun 2017, Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan tengah membangun 19 tower Rusun yang terdiri dari 570 unit dengan dana yang dialokasikan sebesar Rp 181,65 miliar. Beberapa daerah yang akan dibangunkan Rusun Ponpes oleh Kementerian PUPR tahun ini antara lain, Pidie Jaya, Mandailing Natal, Padang Pariaman, Lampung Timur, Ogan Komering Ulu Timur, Tasikmalaya, Magelang, Semarang, Ende, Madiun, Nganjuk, Pasuruan, Sintang, Hulu Sungai Selatan, dan Bone.
Salah satu rusun ponpes yang tengah dibangun pada 2017 adalah Rumah Susun Santri Putri Pondok Pesantren Mustofhawiyah Purba Baru, Lembah Sorik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara yang dimulai pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 25 Maret 2017. Rusun Ponpes Mustofhawiyah Purba Baru akan dibangun di atas lahan seluas 1.485 meter persegi dengan 3 lantai yang memiliki 12 unit tipe barak besar (6 unit) dan kecil (6 unit) serta dapat menampung 216 santri.
Sementara pada tahun 2018 dan 2019 ditargetkan penambahan rusun ponpes dilakukan di 40 lokasi, sehingga dalam jangka waktu lima tahun Rusun ponpes yang dibangun bisa mencapai lebih dari 100 tower.
Dalam pembangunannya, setiap Rusun terdiri dari 3 lantai yang dapat dihuni oleh 216 santri dengan biaya pembangunan per unitnya sebesar Rp 9 sampai 10 miliar. Rusun yang dibangun akan dilengkapi dengan meubeler dan sudah ada air dan listrik sehingga siap digunakan. Pada setiap lantainya memiliki daya tampung mencapai 72 orang dan dilengkapi 10 unit toilet, 10 unit WC, 2 unit tempat wudhu, 1 unit janitor dan 2 unit pantri.
[ian]
BERITA TERKAIT: