Sri Mulyani: Korupsi Proyek Infrastruktur Adalah Pengkhianatan

Kamis, 23 Maret 2017, 09:48 WIB
Sri Mulyani: Korupsi Proyek Infrastruktur Adalah Pengkhianatan
Sri Mulyani/Net
rmol news logo Menteri Keuangan (Men­keu) Sri Mulyani mewanti-wanti agar pembangunan infrastruktur dilakukan dengan ekstra hati-hati. Pembangunan harus bisa dipastikan tidak menyebabkan ketimpangan sosial semakin tinggi.

"Pembangunan infrastruk­tur dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbu­han ekonomi dan penyebaran pembangunan. Jangan malah bikin ketimpangan semakin lebar," pesan Sri Mulyani dalam acara peringatan delapan tahun PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di Jakarta, kemarin.

Menurut Sri Mulyani, pem­bangunan infrastruktur sangat mungkin menciptakan ketimpa­ngan sosial. Hal itu terjadi jika salah melakukan perencanaan. Apalagi, jika proyek pembangunannya berskala besar.

Agar tidak salah perenca­naan, lanjutnya, pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lain­nya harus selalu mengkritisi diri sendiri. Caranya dengan mengawasi dan meyakinkan bahwa perencanaan, pelaksa­naan dan pembiayaan proyek infrastruktur memang betul-betul bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlibat dalam pembangunan infrastruktur untuk melaku­kan pemantauan proyek secara ketat. Langkah ini dapat memi­nimalisir potensi korupsi serta manipulasi harga (mark up) pada proyek infrastruktur.

Ani-panggilan akrab Sri Mulyani berpendapat, sebe­narnya kenaikan biaya dalam proyek infrastruktur merupa­kan hal yang wajar. Namun, batas kewajaran tersebut hanya sampai pada beberapa kondisi seperti perubahan iklim serta cuaca. Pembengkakan terjadi bukan untuk menguntungkan beberapa pihak tertentu.

"Korupsi dan mark up da­lam pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari peng­khianatan semangat membangun Indonesia," cetusnya.

Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan karena kondisi Indonesia tertinggi dengan negara-negara lain. Ketertinggalan tersebut melemahkan daya saing dalam menarik in­vestasi dan menggerakkan roda perekonomian.

Pada kesempatan ini, Ani meminta, SMI terus melakukan mencari inovasi pendanaan in­frastruktur.

Dia ingin BUMN di bawah ke­menteriannya tersebut melaku­kan cara-cara berbeda untuk mendapatkan pendanaan, namun tetap menjaga integritas.

Sementara itu, Direktur Utama SMI Emma Sri Martini mengatakan, pihaknya telah berkontribusi membiayai proyek infrastruktur dengan total nilai mencapai Rp 193,8 triliun.

"Lokasi proyek terbesar masih di Pulau Jawa mencapai 44,9 persen," terangnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA