Bulog Siap Serap Gabah, Asal Sesuai Aturan

Harga Panen Petani Anjlok

Rabu, 08 Maret 2017, 10:14 WIB
Bulog Siap Serap Gabah, Asal Sesuai Aturan
Foto/Net
rmol news logo Badan Urusan Logistik (Bulog) diminta untuk segera melakukan pembelian gabah hasil panen petani. Pembelian ini penting untuk selamatkan harga gabah petani yang saat ini an­jlok di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

"Kami minta Bulog segera turun lapangan. Sesuai instruksi Presiden, beli gabah sesuai HPP," tegas Menteri Perta­nian Andi Amran Sulaiman saat dialog bersama petani di Desa Tritunggal, Kec. Babak, Jawa Tengah, kemarin.

Amran mengaku dua bulan ini akan keliling seluruh Indo­nesia untuk pastikan tak ada lagi petani yang menjerit kar­ena harga gabah jauh di bawah HPP. Amran juga memastikan pemerintah betul-betul hadir di tengah-tengah petani.

"Jadi Bulog tolong beli gabah petani Rp 3.700/kg, itu sudah perintah. Namun dengan cata­tan seluruh Kepala Desa hadir. Saudara tolong menjadi agen Bulog. Kalau temukan gabah, kirim ke Bulog dengan cara apa pun. Perintah Bapak Presiden, Perpres dikeluarkan agar pe­merintah bisa hadir di tengah masyarakat," katanya.

Tidak hanya itu, Amran juga meminta Babinsa (Bintara Pem­bina Desa Babinsa) untuk turun pastikan Bulog beli gabah petani sesuai HPP. Bagi Amran, Babin­sa ini perlu dilibatkan karena persoalan gabah sudah termasuk persoalan harga diri bangsa.

Pemerintah, lanjut dia, me­nargetkan dalam dua bulan ini Bulog harus mampu beli gabah petani sebanyak 4 juta ton. Jika target ini terpenuhi, Amran opti­mistis tidak akan ada lagi cerita impor hingga Tahun 2019.

"Kalau bisa penuhi 4 juta ton sampai 6 bulan ke depan, kami yakin 2019 tak ada lagi impor sampai seterusnya. Yang penting kerja-kerja-kerja," katanya.

Bagi Amran, target ini hanya bisa terpenuhi jika ada kemauan dari seluruh pihak, termasuk Babinsa. Amran tegaskan, su­dah menjadi tekad pemerintah melayani masyarakat. "Jangan ada lagi petani berteriak. Tiga bulan kita buat posko. Tolong kita bahu-membahu. Sekarang kita tidak impor karena kerja keras kita," tambah dia.

Di tempat yang sama, Direksi Bulog Wahyu Suparyono menilai masalah serap gabah ini ada­lah masalah kecil. Selama ada regulasinya, tidak ada masalah bagi Bulog dalam menyerap gabah, berapa pun harga yang diinginkan petani.

"Kami ini hanya operator. Kalau ada perintah serap gabah kami turun dengan catatan se­suai ketentuan yang berlaku," katanya.

Wahyu menjelaskan, kesepak­atan pembelian gabah atau beras petani harus berdasar Inpres No­mor 5 Tahun 2016. Dalam inpres tersebut disebutkan bahwa HPP untuk gabah kering giling Rp 3700/kg, adapun untuk beras Rp 7300/kg. Adapun persentase kadar air untuk gabah maksimal 25 persen sementara beras mak­simal 12 persen.

"Kalau lebih dari 12 persen seperti kadar air 20 persen untuk beras tidak mungkin. Karena nan­ti bisa cepat busuk," jelasnya.

Dia pun meminta para petani memperhatikan masalah kadar air. Sebab di luar ketentuan yang diatur, Bulog akan kesulitan melakukan pembelian. "Ada BPK nanti," jelasnya.

Wahyu menegaskan, telah menyiapkan dana langsung ke jajarannya untuk membeli gabah dan beras langsung ke petani. "Jadi syarat Bulog harus siapkan uang agar spekulan dan pemain-pemain gelap sirna dari bumi bangsa Indonesia," tegasnya.

Wahyu menegaskan, pihaknya siap memenuhi target peny­erapan gabah nasional sebesar 4 juta ton. Dia pun memastikan akan menindak aparatnya yang terlibat dalam permainan harga gabah dan menolak membeli gabah dan beras milik petani.

"Jadi Bulog sangat mendu­kung ketahanan pangan mandiri yang bebas dari impor," tambah dia. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA