"Menyembunyikan income itu mudah. Tinggal naik pesawat, buka akun di tax heaven dan buka rekening ke sana. Orang Indonesia kita banyak melakuÂkan di Cayman Island dan Panama," ungkap Sri Mulyani, dalam peluncuran laporan ketimpangan oleh Oxfam di Indonesia (Oxfam) dan InternaÂtional NGO Forum on Indonesia Development (lNFlD) di Hotel Aryaduta, Jakarta, kemarin.
Oleh karena itu, Ani-panggiÂlan akrab Sri Mulyani mengaku kewalahan mengejar pajak orang Indonesia. Makanya, lanjut Ani, dahulu dirinya sering marah-marah di forum internasional.
"10 tahun lalu saat saya jadi Menkeu, kalau saya datang ke forum Internasional, saya bilang
hey you know guys aku lagi ingin bereskan tax payer bandel," ungkapnya.
Namun demikian, Ani menegaskan, masalah tersebut bukan hanya dihadapi Indonesia, tetapi banyak negara, termasuk negara besar seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Menurutnya, kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) antara lain bertujuan untuk meÂnarik minat orang Indonesia untuk menaruh uangnya kembali ke Tanah Air.
Ani mengatakan, dirinya akan terus berupaya meningkatkan penerimaan pajak. MenurutÂnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengerek peneriÂmaan hanya saja masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan.
"Alasan saya kembali ke Indonesia karena di sini masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan untuk mewuÂjudkan keadilan," kata Ani.
Dia menerangkan, melalui pengelolaan keuangan, dirinya ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga kesenjangan bisa menurun.
Menurutnya, kinerja pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama 10 tahun terakhir sebenarnya tercatat cukup baik.
"Tapi kita juga harus kritisi kualitas dari pertumbuhannya. Di 2011-2012, tiap kenaikan 1 persen pertumbuhan, menurunkan tingkat kemiskinan 0,1-0,6 persen. Tapi sekarang turunnya hanya 0,033 persen. Jadi merosot tajam penurunan tingÂkat kemiskinannya," paparnya. ***
BERITA TERKAIT: