Jasa Marga Berlakukan Contraflow Tol Dalam Kota

Urai Kemacetan Akibat Proyek

Selasa, 14 Februari 2017, 10:09 WIB
Jasa Marga Berlakukan Contraflow Tol Dalam Kota
Foto/Net
rmol news logo PT Jasa Marga Tbk mulai Senin (13/2) memberlakukan contraflow atau pembukaan jalur melawan arus di ruas Tol Dalam Kota. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi akibat pembangunan proyek-proyek di sekitar Tol Dalam Kota seperti jalan layang Pancoran dan LRT (Light Rail Transit).

Asistent Vice President Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, contraflow diberlakukan mulai Kilometer (Km) 1+700 sampai dengan Km 8+100 pukul 06.00-09.00 WIB yang diberlakukan mulai hari Senin sampai Jumat.

Sebanyak 3.100 Kendaraan, atau 13 persen dari total ken­daraan yang mengarah ke Semanggi dari Simpang Susun (SS) Cawang, tercatat me­lewati lajur contraflow yang mulai diberlakukan pada pu­kul 06.15 pagi kemarin.

"Kebijakan itu bakal di­evaluasi setiap saat untuk menganalisis efektivitas ke­bijakan contraflow dalam mengurai kemacetan akibat pengerjaan proyek-proyek tersebut," kata Heru kepada Rakyat Merdeka.

Ia melanjutkan, sebagai langkah antisipasi, sejumlah pelayanan operasional bakal dimaksimalkan Jasa Marga untuk mendukung kebijakan ini. Mulai dari petugas Layanan Jalan Tol (LJT), derek, ambulans, serta meningkatkan pelayanan transaksi dengan optimalisasi petugas Jemput Transaksi (PUTTRA) dan gardu tol.

Sejumlah pihak juga dili­batkan untuk mendukung kebijakan ini, seperti Polda Metro Jaya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Bina Marga, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Di­nas Perhubungan DKI.

"Kami juga mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati, memperhatikan rambu/petunjuk jalan yang ada, serta selalu mengantisipasi per­jalanan melalui informasi kondisi lalu lintas terkini," kata Heru.

General Manager Cawang-Tomang-Cengkareng Jasa Marga Bagus Cahya menam­bahkan, berdasarkan pengala­man, contraflow bisa mengu­rangi kepadatan sekitar 15-20 persen. Saat ini lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Cawang-Semanggi mencapai 100.000 unit kendaraan.

"Dengan demikian, di­targetkan kendaraan yang melintas di lajur alternatif contraflow mencapai 1.500-2.000 unit. Kemacetan di titik ini adalah karena pengerjaan proyek jalan layang Pancoran dan light rail transit (LRT)," ujarnya.

Untuk menekan angka kemacetan di jalan tol yang mereka kelola, Jasa Mar­ga secara berkala juga akan melakukan penertiban bagi truk-truk yang muatannya melebihi kapasitas.

"Sebelumnya sudah kita lakukan pekan lalu di Tol Jakarta-Cikampek. Nantinya dilakukan rutin di sejumlah tol yang kita kelola," tegas Heru.  ***


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA