Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia ini memiliki 24 juta pengguna di Prancis, atau sepertiga dari total penduduk Prancis. Facebook akan bekerja sama dengan delapan organisasi berita Prancis, termasuk kantor berita
Agence France-Presse (
AFP), saluran berita
BFM TV, dan koran
L'Express serta Le Monde, untuk meminimalÂkan risiko berita bohong yang muncul dalam platform mereka. Total, sebanyak 17 newsroom.
Facebook akan melibatkan peran pengguna dalam menanÂdai berita bohong di jejaring sosial ini sehingga artikel-artikel berita bisa dicek ulang kebenarannya oleh organisasi-organisasi berita yang menjadi mitra Facebook.
Facebook akan tersedia ikon unik tersendiri untuk menandai hal itu. Kelak, dengan ikon tersebut, mitra Facebook bisa menunjukkan konten berita itu bermasalah. Facebook juga mendukung prakarsa terpiÂsah yang diluncurkan Google lewat
"Cross Check" yang menyeru para pengguna menÂgirimkan tautan-tautan (
link) untuk konten yang diragukan kebenarannya kepada situs-situs berita terpercaya sehingga konten itu bisa diinvestigasi.
Facebook juga mengambil langkah dalam melawan berita bohong di Jerman di mana pemerintah negara ini menÂgutarakan kekhawatirannya atas berita palsu dan ujaran keÂbencian yang mempengaruhi Pemilu September mendartÂang di mana Kanselir Angela Merkel berusaha memangku jabatan untuk masa jabatan keempat kalinya.
Di AS, Facebook sudah bekÂerja dengan situs pemeriksa kebenaran berita
Snopes, ABC News dan kantor berita
AssociÂated Press untuk memeriksa keaslian berita. Sebelumnya, jejaring sosial dan agregator berita dikritik keras selama Pemilu Amerika Serikat karÂena mereka secara tidak senÂgaja ikut menyebarkan berita-berita bohong. ***
BERITA TERKAIT: