"Pertumbuhan ekonomi 2016 lebih baik dari realisasi pertumbuhan ekonomi di 2015 yang hanya 4,88 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, kemarin.
Selain itu, tren pertumbuhan tahun 2016 masih lebih baik dibandingkan tahun sebelumÂnya. Sebab, ada perbaikan konÂdisi pendapatan per kapita atau rata-rata orang Indonesia naik menjadi 3.605 dolar AS atau sekitar Rp 47,96 juta per tahun atau mendekati Rp 4 juta per bulan. Tahun 2015, pendapatan per kapita orang Indonesia terÂcatat 3.374 dolar AS atau Rp 45,14 juta per tahun.
Suhariyanto mengungkapÂkan, pertumbuhan ekonomi 2016 tidak lepas dari membaiknya perekonomian dunia pada kuartal IV-2016. Perekonomian seluruh negara menunjukkan kinerja, terÂmasuk Indonesia.
"Selama kuartal IV-2016 harga komoditas di pasar global mulai meningkat, beÂgitupun harga minyak. Hal itu berdampak kepada naiknya kegiatan ekspor dan impor," ungkapnya.
Dia menyebutkan, ekspor migas dan non migas Indonesia ke Amerika Serikat, China, dan Jepang, tumbuh cukup bagus.
Suhariyanto optimistis, perÂtumbuhan ekonomi 2017 akan lebih baik. Namun, pihaknya mengingatkan pemerintah untuk fokus menjaga tekaÂnan inflasi seiring adanya kebijakan administered prices pada tahun ini.
Dia mengungkapkan, KonÂsumsi masyarakat pada kuartal IV-2016 mengalami pertumÂbuhan negatif dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni turun 0,02 persen. Meskipun bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu masih lebih baik. Konsumsi rumah tangga pada triwulan IV-2016 tercatat tumbuh 4,99 persen, sedangkan 2015 hanya 4,93 persen.
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Damhuri Nasution juga mengingatkan hal yang sama. Menurutnya, konsumsi masyarakat meruÂpakan salah satu motor perÂtumbuhan.
Dia mengungkapkan, perÂtumbuhan ekonomi 2016 banyak ditopang konsumsi ruÂmah tangga. "Tren suku bunga yang turun dan indeks keperÂcayaan konsumen relatif tinggi sehingga mendorong konsumsi masyarakat," ujarnya. ***
BERITA TERKAIT: