"Kalau harganya beda jauh akan kembali ke Premium, konsumsi Premium akan naik. Padahal, kemarin agak turun, pengalihan ke BBM dengan kualitas lebih baik," ujar Wakil Dirut Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Senin (9/1).
Dia menjelaskan, harga Premium yang tidak ikut naik menyebabkan konsumsi Pertalite sedikit terganggu. Apalagi, pemerintah ingin mendorong masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas lebih baik dari jenis Premium.
"Dengan Premium ditetapkan tidak naik kami lihat Pertalite agak terganggu. Kepentingan pemerintah untuk pertumbuhan nasional, Kementerian Lingkungan Hidup, otomotif maunya ke Euro IV. Masyarakat biar saja ikuti pilihan," kata Bambang.
Menurutnya, masyarakat sudah mulai meninggalkan Premium dan beralih ke Pertalite. Harga yang beda tipis dengan kualitas lebih baik menjadi alasan masyarakat beralih menggunakan BBM dengan RON 90 tersebut.
Pertamina tidak akan mengurangi penyaluran Premium meski sudah ada Pertamax. Namun tetap disesuaikan di beberapa kawasan pemukiman mewah.
"Tidak ada Pertalite kami ingin laku terus Premium tidak disediakan. SPBU di Pondok Indah dan Kelapa Gading kalau ada Premium tidak fair, tapi kalau di Pulogadung dan Ahmad Yani ada premium fairlah," demikian Bambang.
[wah]
BERITA TERKAIT: