Syahganda Sarankan Pemerintah Jaga Hubungan Baik Dengan China Dan AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 28 Desember 2016, 17:17 WIB
Syahganda Sarankan Pemerintah Jaga Hubungan Baik Dengan China Dan AS
Syahganda Nainggolan/Net
rmol news logo Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump merupakan soso yang anti China, bahkan cenderung kasar terhadap China. Untuk itu, Indonesia harus menjalin hubungan baik dengan kedua negara adidaya itu.

Begitu kata kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, dalam diskusi di Pempekita, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, (28/12).

"Usul saya, kita harus double track, hubungan dengan Amerika Serikat harus dibina lagi dengan baik," ujarnya.

Syahganda bahkan menyebut Trump figur yang "gila", sama seperti Presiden Filipina Duterte. Trump mengenakan tarif pajak hingga 40 persen bagi perusahaan Amerika yang membangun pabrik manufaktur di luar negeri. Kebijakan ultranasionalis ini melanggar perjanjian dunia lewat WTO.

"Trump ini gila. Kalau kiblat ekonomi kita terlalu ke China, Amerika bisa jadi musuh kita. Sementara kalau kita bersekutu dengan China, maka Indonesia akan mengalami masalah berat," imbuhnya.

Karena sesungguhnya, menurut Syahganda, Amerika masih memegang mayoritas struktur hutang Indonesia. Ditambah lagi, politik kekuatan kawasan politik riil masih dikendalikan Amerika Serikat.

"Kita sebagai sebuah bangsa, ini nggak bercanda lagi. Trump ini modelnya head to head, sama NATO aja dia bisa mengancam menghentikan aliansi. Trump ini gila, kalau nggak dijaga baik, rusak hubungan kita dengan Amerika Serikat," pungkasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA