Yusri Usman: Pertamina Rusak Reputasi Repsol!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 16 Desember 2016, 05:10 WIB
Yusri Usman: Pertamina Rusak Reputasi Repsol<i>!</i>
Yusri Usman/Net
RMOL. Rencana Pertamina membeli saham milik Repsol di Lapangan Menzel Lejmat North (MLN), Aljazair menuai kritik.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menjelaskan, rencana yang dilontarkan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang itu kurang etis karena menuding Repsol sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga harus menjual salah satu asetnya kepada Pertamina.

Yusri juga merasa, komentar miring dan tidak pantas itu dilontarkan Ahmad Bambang dalam sebuah forum bergengsi perminyakan dunia yang otomatis akan membuat malu dan merugikan pihak Repsol.

"Ini jelas sangat merugikan dan merusak reputasi Repsol dalam dunia bisnis minyak dan bisa menghancurkan harga sahamnya di lantai bursa. Jual beli saham di blok migas adalah  hal yang biasa, sehingga janganlah berlebihan seakan merasa hebat. Contohnya pada 2009 saat BP melepas sahamnya di Blok ONWJ ke Pertamina. Apakah saat itu British Petroleum (BP) kesulitan keuangan? Tidak juga,” jelasnya dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Jumat (16/12).

Yusri menambahkan, anak usaha Pertamina, yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE), juga berencana menjual beberapa hak kelolanya di blok migas yang ada di luar negeri dan blok CBM di dalam negeri.

"Pertanyaannya, apakah Pertamina juga mengalami kesulitan uang sampai menjual blok-blok tersebut,” gugat dia.

Diketahui, Presiden Direktur PHE Gunung Sardjono Hadi pernah mengatakan, pihaknya akan melepas seluruh hak kelola di Blok SK-305 dan Blok 10 yang ada di Malaysia. Di blok SK-305, PHE memiliki hak kelola 30 persen. Sedangkan di Blok 10 ada hak kelola sebesar 10 persen.

Kemudian, PHE juga mau melepas sahamnya di Blok 11.1 yang ada di Vietnam. Rencana ini masih menunggu otoritas negara tersebut karena harus mengurus dana Abandonment dan Site Restoration (ASR). PHE diketahui juga akan melepas blok migas nonkonvensional di Indonesia. Saat ini, PHE memiliki hak kelola 14 Blok CBM, di mana delapan blok di antaranya PHE menjadi operator.

Yusri menjelaskan, dari informasi yang didapat pihak Repsol sangat marah dengan pernyataan Ahmad Bambang tersebut, dan berencana melakukan gugatan hukum arbitase Internasional.

"Kalau benar informasi bahwa pihak Repsol marah karena merasa namanya dicemarkan, ini akan jadi insiden gugatan hukum arbitase internasional. Ini akibat komentar yang ngawur dari seseorang sekelas wadirut,” ujar dia.

Yusri merasa heran kenapa seorang Ahmad Bambang bicaranya bisa di luar kontrol dan diduga melanggar etika bisnis dalam dunia perminyakan , apalagi dia  kapasitasnya seorang wakil dirut sebuah BUMN terbesar di Tanah Air.

"Semestinya dia gentleman merilis permintaan maaf secara terbuka di media dan  sebaiknya Ahmad Bambang juga  hati-hatilah jika bicara, jangan terkesan jumawa dan sombong,” katanya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA