Ia memerintahkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR, untuk bisa menghasilkan sumber daya yang memiliki tiga poin tersebut.
"Saya ingin BPSDM menghasilkan orang-orang PUPR yang memiliki daya inovasi, konsistensi dan militansi," tegas Basuki di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (23/11).
Ia membeberkan, Kementerian PUPR pernah ditegur oleh Presiden Jokowi, saat Jokowi menyinggung soal rezim SPJ (surat pertanggungjawaban). Karena itu ia meminta seluruh jajarannya untuk berada di lapangan, bukan sibuk mengurusi SPJ di dalam ruangan. Selain Kementerian PUPR, Basuki membeberkan, tiga kementerian lain yang akan direform oleh Kementerian Keuangan adalah sektor pendidikan, kesehatan dan agama.
"Saya minta PUPR dievaluasi oleh Menkeu. Jangan lagi kita disibukkan dengan hal-hal administratif. Jangan sibuk ngisi-ngisi administrasi. Orang PUPR tidak boleh hanya mengawasi, harus ke lapangan dulu. Harus bener-bener di lapangan dari dasar, supaya tau persis apa yang harus dilakukan," himbaunya.
Sebagai kementerian yang diberi amanah untuk "membelanjakan uang negara", Basuki meminta Kementerian PUPR memiliki daya juang yang berbeda dari zaman sebelumnya, dan membelanjakan uang negara dengan baik.
"Kita harus punya daya juang yang lebih dari dulu-dulu. Dalam rangka mengurangi kemiskinan, mengurangi disparitas, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur mashi sangat diutamakan. PUPR diberikan amanah terbesar untuk membangun infrastruktur. Kita diminta membelanjakan uang dengan baik," demikian Basuki.
[rus]
BERITA TERKAIT: