Chappy Hakim Ditunjuk Jadi Presdir Freeport

Senin, 21 November 2016, 08:58 WIB
Chappy Hakim Ditunjuk Jadi Presdir Freeport
Foto/Net
rmol news logo Freeport McMoran kembali menunjuk purnawirawan TNI untuk menah­kodai PT Freeport Indone­sia (PTFI). Perusahaan asal Amerika tersebut secara resmi telah mengangkat bekas Kepala Staf Angka­tan Udara Chappy Hakim, sebagai sebagai Presiden Direktur PTFI untuk meng­gantikan Maroef Sjamsoed­din yang mengundurkan diri setelah meletus kasus papa minta saham. Penun­jukan Chappy setelah Free­port berkonsultasi dengan Pemerintah Indonesia.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengamini kabar tersebut. Menurutnya, Chappy akan resmi diangkat menjadi Presiden Direktur setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. "Saat ini sedang dalam proses untuk memperoleh persetujuan resmi dari pe­megang saham," kata Riza dalam keterangan resminya kemarin.

Sebelum ditunjuk menjadi Presiden Direktur, Chappy telah bergabung dengan PTFI sebagai penasihat se­jak Agustus 2016. Selain berkarier di militer, lulu­san Akabri Udara 1971 itu pernah menjadi staf ahli di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan perikanan. Chappy terkenal rajin menulis. Dia merupakan kolumnis pada berbagai media nasional. Selain itu, telah menulis lebih dari 15 buku tentang penerban­gan dan pertahanan.

Direktur Eksekutif Ener­gy Watch Indonesia Mamit Setiawan menilai, Freeport memilih Chappy dengan harapan proses negoisasi perpanjangan kontrak bisa berjalan mulus. "Chappy dikenal sebagai militer yang dekat dengan pemer­intahan sekarang. Penun­jukan Chappy diharapkan bisa meyakinkan pemerin­tah untuk memperpanjang kontrak," kata Mamit.

Selain perpanjangan kon­trak, Mamit juga menilai, penunjukan Chappy untuk memuluskan negosiasi pelepasan saham Freeport. Karena, saat ini Freeport sedang membutuhkan dana segar untuk mengembangan pertambangan bawah tanah.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi juga memiliki pandangan yang sama. "Penunjukan Chappy jelas bukan karena ala­san professional di bidang pertambangan. Ada dua alasan kemungkinan Free­port menunjuk Chappy yakni untuk memudahkan lobi dan bisa menjamin keamanan pertambangan," terangnya.

Fahmi melihat, klasifikasi Chappy sudah memenuhi keinginan Freeport McMo­ran. Karena, Freeport me­mang tidak memerlukan ahli pertambangan dan manaje­men. Tapi, sosok yang tepat yang bisa menjadi jembatan komunikasi Freeport dengan pemerintah. "Kalau soal produksi dan manajemen, semua sudah dimiliki Free­port McMoran," pungkas­nya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA