Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengamini kabar tersebut. Menurutnya, Chappy akan resmi diangkat menjadi Presiden Direktur setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. "Saat ini sedang dalam proses untuk memperoleh persetujuan resmi dari peÂmegang saham," kata Riza dalam keterangan resminya kemarin.
Sebelum ditunjuk menjadi Presiden Direktur, Chappy telah bergabung dengan PTFI sebagai penasihat seÂjak Agustus 2016. Selain berkarier di militer, luluÂsan Akabri Udara 1971 itu pernah menjadi staf ahli di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan perikanan. Chappy terkenal rajin menulis. Dia merupakan kolumnis pada berbagai media nasional. Selain itu, telah menulis lebih dari 15 buku tentang penerbanÂgan dan pertahanan.
Direktur Eksekutif
EnerÂgy Watch Indonesia Mamit Setiawan menilai, Freeport memilih Chappy dengan harapan proses negoisasi perpanjangan kontrak bisa berjalan mulus. "Chappy dikenal sebagai militer yang dekat dengan pemerÂintahan sekarang. PenunÂjukan Chappy diharapkan bisa meyakinkan pemerinÂtah untuk memperpanjang kontrak," kata Mamit.
Selain perpanjangan konÂtrak, Mamit juga menilai, penunjukan Chappy untuk memuluskan negosiasi pelepasan saham Freeport. Karena, saat ini Freeport sedang membutuhkan dana segar untuk mengembangan pertambangan bawah tanah.
Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi juga memiliki pandangan yang sama. "Penunjukan Chappy jelas bukan karena alaÂsan professional di bidang pertambangan. Ada dua alasan kemungkinan FreeÂport menunjuk Chappy yakni untuk memudahkan lobi dan bisa menjamin keamanan pertambangan," terangnya.
Fahmi melihat, klasifikasi Chappy sudah memenuhi keinginan Freeport McMoÂran. Karena, Freeport meÂmang tidak memerlukan ahli pertambangan dan manajeÂmen. Tapi, sosok yang tepat yang bisa menjadi jembatan komunikasi Freeport dengan pemerintah. "Kalau soal produksi dan manajemen, semua sudah dimiliki FreeÂport McMoran," pungkasÂnya. ***
BERITA TERKAIT: