Hal itu sebagaimana diutarakan pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Berly Martawardaya dalam sebuah diskusi di kawasan Senopati, Jakarta Selatan (Rabu, 19/10).
"Jakarta malah cenderung bertambah kemiskinannya walaupun ada kemungkinan migrasi, ini jadi satu celah penantang," jelasnya seperti diberitakan
RMOLJakarta.com.
Menurut Berly, angka gini rasio atau kesenjangan antara orang miskin dengan orang kaya‎ di Jakarta tidak berubah. Jakarta, kata dia, kalah dengan Surabaya dan Bandung soal pembangunan manusia.
"Padahal kita punya akses besar. Ada peluang kuat soal isu pendidikan di Jakarta," terangnya.
"Kemiskinan masih jadi masalah, program-program jaminan sosial Jakarta ternyata tidak bisa mengurangi kemisikinan dengan budget yang besar."
[sam]
BERITA TERKAIT: