"Presiden Jokowi harus serius memberantas mafia beras. Jangan dibiarkan mereka, atau Jokowi jangan pura-pura tidak tahu, rakyat sangat dirugikan dengan para mafia ini," kata Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya, Senin (10/10).
Dia meminta, Presiden tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, namun justru melupakan persoalan pangan, khususnya mafia beras yang diketahui ikut mengoplos beras subsidi di Cipinang.
"Karena (mafia beras) berkaitan dengan beras subsidi. Kalau hanya memperhatikan infrastruktur, berarti Jokowi hanya peduli kepada investor," katanya
"Jokowi justru malah lupa kepada beras subsidi yang harus dilindungi sebagai makanan rakyatnya sendiri."
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggerebek gudang sindikat mafia beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, pada Kamis (6/10). Ratusan ton beras yang telah dicampur turut disita dalam penggerebekan itu.
Beras oplosan tersebut, dijual ke pasaran sebagai beras premium. Para pelaku jelas telah menyalahgunakan distribusi cadangan beras pemerintah bersubsidi.
Beras tersebut seharusnya diperuntukkan dalam kegiatan Operasi Pasar. Namun, faktanya, beras tersebut dicampur dengan beras lokal untuk dijual kembali.
Sekjen Pakar Pangan Jackson Kumaat mengatakan, Bareskrim Polri harus menuntaskan kasus mafia pengoplosan beras.
"Beras itu buat rakyat miskin, kami mendukung penuh langkah Polri, untuk memberantas mafia beras. Ini beras untuk rakyat miskin, kenapa dijual," ujar Jackson.
Jackson mengatakan, sejak dulu barang-barang subsidi pemerintah selalu disalahgunakan. Sebab itu, kasus ini juga menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama dalam menangani kasus mafia beras ini.
"Permasalahan Bulog kita harus sadari. Dari dulu barang subsidi pemerintah semua bermasalah. Subsidi-subsidi ini banyak disalahgunakan, ini jadi PR bersama," katanya tegas.
[sam]
BERITA TERKAIT: