"Tidak masalah kalau mereka menang lagi. Peluang mereka terbuka dalam business to business,†kata anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian, Jumat malam (9/9).
Dia menjelaskan, sah-sah saja jika Mistubishi memenangkan tender ketiga tersebut. Yang penting, lanjut Ramson, semua harus didukung dengan kesiapan pembiayaan dan teknologi, pengerjaan tepat waktu, serta harga yang wajar dan kompetitif.
"Termasuk, bahwa mereka tidak mengerjakan dengan syarat-syarat keuangan yang terlalu berat, misal dengan meminta penjaminan dari pemerintah,†kata Ramson.
Begitu pula kalau pun Mitsubishi menggandeng PJB yang merupakan anak perusahaan PLN, menurut Ramson juga tidak masalah juga sepanjang menguntungkan PLN. Yang penting, bahwa dalam proses tender, Mitsubishi memang unggul dan lebih kompetitif dibandingkan calon investor lain.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi, juga tak mempermasalahkan itu. Kata dia, siapapun yang menjadi pemenang, termasuk Mitsubishi, tidak menjadi persoalan selama membuat pembangunan bisa menjadi lebih cepat. "Selama proses tendernya baik dan sesuai prosedur, maka tak jadi masalah,†kata Rinaldy.
Menurutnya, semua aktivitas memang tidak bisa disamakan antara satu tender dan tender lain, karena masing-masing pasti memiliki variabel-variabel yang berbeda. "Tetapi secara total, itulah yang terbaik,†kata dia.
Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) Tri Mumpuni tidak menepis, jika terdapat kecurigaan masyarakat terkait proses tender PLN. Termasuk saat menetapkan Indo Power sebagai pemenang PLTGU Jawa-5 dan proses PLTGU Jawa-1 yang saat ini masih berlangsung. Terlebih, dalam tender tersebut, Mitsubishi juga menggandeng PJB, yang merupakan anak perusahaan PLN.
Tri meminta agar PLN bersikap transparan terhadap semua proses tender yang dilakukan, termasuk dalam menentukan pemenang. Transparansi, menurut Tri, sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. "Yang dibutuhkan di negeri ini sekarang adalah trust. Dan itu juga yang bisa dilakukan PLN agar orang percaya. Bukan-bukaan saja supaya tidak ada yang curiga,†kata Tri.
PLN, lanjut Tri, tidak perlu takut melakukan keterbukaan seperti itu. Bahkan dengan adanya keterbukaan, imbuhnya, justru bisa meningkatkan kepercayaan sekaligus menciptakan kondisi agar pekerjaan bisa berjalan lancar.
[sam]
BERITA TERKAIT: