"Dana desa dan dana mudik ini akan memicu ekonomi daerah tertinggal. Termasuk di Kawasan Timur Indonesia (KTI)," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H. Andi Karumpa dalam keterangannya, Senin (4/7).
Dia menjelaskan, dana tersebut datang dari kota-kota besar dan remitansi tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri. Diperkirakan lebih dari 26 juta pemudik tahun ini akan kembali ke desanya.
"Kalau rata-rata membawa pulang sekitar tiga sampai empat juta, kalikan saja dengan 26 juta ditambah dengan dana remitansi TKI kita. Bisa mencapai lebih dari Rp 120 triliun yang mengalir ke desa," beber Andi.
Menurutnya, momentum mudik Lebaran akan mendorong ekonomi daerah tertinggal untuk tumbuh. Terlebih, di saat yang sama pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp 60 triliun sebagai dana desa di seluruh Indonesia.
"Geliat ekonomi ini akan memicu permintaan di daerah-daerah dan menciptakan peluang bisnis. Geliat bisnisnnya akan terasa sampai ke desa-desa," papar Andi.
Meski demikian, Kadin mengingatkan pemerintah perlu mewaspadai ancaman inflasi akibat tingginya permintaan di daerah. Sebab, ancaman inflasi itu perlu dijawab dengan perbaikan infrastruktur desa.
"Jadi, pasokan likuiditas ke daerah dibiarkan saja mengalir tapi infrastruktur ke desa-desa yang diperbaiki, agar akses ke produsen lancar. Sehingga harga-harga terkendali," demikian Andi.
[wah]
BERITA TERKAIT: