RMOL. PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) tancap gas. Perusahaan plat merah ini langsung melakukan importasi daging sapi secara komersial dalam rangka membantu menambah pasokan daging nasional.
PPI sebelumnya mendapatkan ijin impor daging dari Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, berupa karkas dan secondary cut. PPI mendistribusikan dan jual daging langsung kepada para pedagang daging di beberapa pasar tradisional dan juga dengan menggelar pasar murah ke beberapa titik.
"Tujuan utama PPI adalah agar dibulan suci,jelang lebaran Idul Fitri hingga akhir tahun kebutuhan terhadap daging untuk masyarakat dapat teratasi dengan baik dan terjangkau, tegas Direktur Utama PT. PPI, Dayu Padmara Rengganis di Jakarta, Jumat (17/6).
Dalam melakukan impor, kata dia, PPI bekerja sama dengan Ficorp Group, perusahaan yang mempunyai saham di jaringan industri sumber supply daging sapi di Australia.
"Impor perdana sore ini berupa Chilled Karkas, yakni daging segar/bukan daging beku yang berbentuk ¼ potongan sapi beserta tulang sebagaimana bentuk sapi potong di RPH, yang langsung diterbangkan dengan Garuda dari Australia pagi hari setelah pemotongan dan sampai di Jakarta, sore tadi," jelas Dayu.
Dia melanjutkan, PPI memutuskan memilih bentuk karkas. Nilai tambah dari karkas adalah sebagai bahan untuk dapat memberikan pengetahuan tentang tehnik pemotongan daging dan tulang berstandar kepada masyarakat, menciptakan lapangan kerja sekaligus menurunkan harga. Adapun Karkas terdiri dari jenis daging mulai dari yang murah sampai yang mahal, yang disesuaikan dengan kebutuhan pembeli, misalnya untuk jenis Samcan yang cocok untuk Rendang, Rawon, Gulai, kita patok harga Rp. 70.000, sedangkan sandung lamur dan lamusir, kita patok seharga Rp.85.000.
Langkah PPI selanjutnya, lanjut Dayu, adalah menugaskan 34 cabang di berbagai daerah dan kota untuk menggelar pasar murah bersama-sama dengan produk Gula PPI dengan pabrik. Penyaluran dilakukan melalui jaringan 5913 outlet/toko PPl yang tersebar di seluruh lndonesia. Disisi lain untuk pemasaran dan distribusi PPI juga bekerja sama dengan Koperasi Produksi Usaha Ternak Terpadu Indonesia (UTTI).
"Pemasaran awal meliputi Jabodetabek, dan selanjutnya akan dipasarkan juga oleh cabang daerah seperti PPI Bandung, Semarang, Jogja serta Medan. Semua yang dilakukan oleh PPI agar masyarakat mendapatkan hak sosialnya dengan membeli harga daging yang wajar dan terjangkau dan berkualitas baik,†terang dia.
"Dengan daging murah PPI yang dijual adalah daging halal berkualitas bagus dan segar dengan harga mulai Rp. 70 ribu perkilogram tersebut, maka pastinya harga daging yang dijual PPI lebih murah dari harga daging dipasar saat ini yang sudah mencapai rata-rata Rp.120 ribu hingga Rp. 130 ribu perkilogram. Langkah tersebut sesuai harapan yang diinginkan oleh Pemerintah dalam membantu kebutuhan dan sesuai dengan daya beli masyarakat dengan menjual daging murah, halal dan berkualitas."
Dayu menambahkan, pembelian daging murah, halal dan berkualitas dari PPI tidak ada syarat apapun, seperti kartu, keanggotaan dan status sosial masyarakat.
"Pokoknya semua masyarakat dapat membeli daging murah, halal dan berkualitas secara normal seperti biasanya, dengan harga mulai dari Rp 70.000 sampai dengan Rp 85.000," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: