"Presiden sebenarnya sudah memberi arahan sejak lama. Dalam pengamatan beliau harga daging sapi terlalu tinggi. Dengan menyesal saya akui dalam pelaksanaannya tidak optimal, tapi tentu kita ambil hikmah biar tidak terulang," jelasnya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta (Rabu, 8/6).
Menurut Thomas, masih mahalnya harga daging sapi kemungkinan terjadi lantaran koordinasi antar lembaga belum maksimal. Selain juga, kepatuhan kepada keputusan yang diambil masih kurang dan pola pikir pedagang.
"Saya lihat budaya dagang masih bisa diperbaiki," ujarnya.
Untuk harga ideal daging sapi, pemerintah mengupayakan sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar berada di kisaran Rp 80.000 per kilogram dengan cara apapun.
Thomas menambahkan, upaya penurunan dan pengendalian harga daging sapi juga bisa dimulai dari sektor peternak dan pedagang.
"Mereka mengeluhkan harga pakan yang mahal, ongkos angkut yang mahal. Jangan hanya mengeluhkan, tetapi harus kreatif dan inovatif," bebernya.
[wah]
BERITA TERKAIT: