Bulan Puasa, Jauhi Perbuatan Tabdzir Dan Israf

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 07 Juni 2016, 12:01 WIB
Bulan Puasa, Jauhi Perbuatan <i>Tabdzir</i> Dan <i>Israf</i>
din syamsuddin/net
rmol news logo Dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan 1437H, salah satu hikmah yang dapat diambil adalah meningkatkan keimanan ibadah Ramadhan dengan mengendalikan nafsu dan syahwat melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran atas pengelolaan lingkungan hidup.

"Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki amanah dan tanggung jawab untuk memakmurkan bumi seisinya dan tidak hanya memanfaatkannya saja," ujar Ketua Dewan Pengarah Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi (Siaga Bumi), Din Syamuddin dalam siaran pers resmi Siaga Bumi, Selasa (7/6).

"Maksud dari Islam yang memberikan rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil‘alamin) adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu memberikan rahmat di dunia maupun di akhirat melalui kedamaian dan kasih sayang bagi bumi beserta seluruh makhluk hidupnya," sambung Din.

Masih kata Din, umat muslim sebagai potensi terbesar bangsa seharusnya menjadi subyek sekaligus obyek gerakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta sumber daya alam itu sendiri dengan kesadaran akan hak serta kewajiban dalam hal pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam.

Ketua Umum Dewan Penggerak Siaga Bumi, Hayu Prabowo menambahkan, MUI telah menetapkan Fatwa nomor 47/2014 Tentang Pengelolaan Sampah Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan. Salah satu ketentuan hukumnya adalah setiap muslim wajib menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang-barang gunaan untuk kemaslahatan serta menghindarkan diri dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir dan israf.  

"Tabdzir adalah menyia-nyiakan barang/harta yang masih bisa dimanfaatkan menurut ketentuan syar’i ataupun kebiasan umum di masyarakat. Israf adalah tindakan yang berlebih-lebihan, yaitu penggunaan barang/harta melebihi kebutuhannya," terang Hayu Prabowo.
 
Hayu lantas menyitir hadits Tirmizi, 'Orang Mukmin itu bagaikan lebah, jika ia makan sesuatu ia makan yang baik, jika ia mengeluarkan sesuatu ia keluarkan yang baik. Dan jika ia hinggap di ranting yang sudah lapukpun, ranting itu tidak dirusaknya.'

Hadist ini menjelaskan bahwa umat Islam di bulan Ramadhan dapat menjaga alam dengan mengkonsumsi sesuatu dari alam seperlunya.

"Kita perlu menghindari konsumsi yang berlebihan, misalnya jangan makan hingga terlalu kenyang, membeli makanan lokal - kurangi makanan impor karena makanan impor memproduksi banyak sampah seperti energi penyimpanan dan transportasi, packing dan pembusukan, jangan membuang makanan dengan membeli makanan secukupnya dan hindari membeli makanan ketika perut lapar," papar Sekretaris Umum Dewan Penggerak Siaga Bumi, Alpha Amirrachman.

Di samping itu juga menciptakan lingkungan tanpa sampah (zero waste environment) dengan mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam, mengurangi pemakaian air wudhu, menjaga wudhu untuk sholat Maghrib dan Isya, menerapkan 3M (Mengurangi, Menggunakan kembali, Mendaur-ulang), menyumbangkan barang-barang layak pakai (baju, buku, majalah, elektronik, dll), dan meningkatkan pola hidup hemat energi.

"Rencanakan dan pertimbangkan perjalanan anda, gunakan angkutan umum, berjalan kaki, sepeda, gunakan energi terbarukan, kurangi kertas, dan lain-lain," tambahnya.

Menurutnya pula, umat Islam perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Apalagi, baru-baru ini pada 5 Juni diperingati Hari Lingkungan Hidup.[wid]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA