Ayo, Selamatkan Kedaulatan Energi

Kamis, 02 Juni 2016, 08:52 WIB
Ayo, Selamatkan Kedaulatan Energi
foto:net
rmol news logo Ancaman kedaulatan di bi­dang energi mesti diwaspadai. Peringatan ini disampaikan pe­neliti senior Lembaga Kajian Strategis (LeKS) Indonesia, Ukay Karyadi. Dia me­nyayangkan penguasaan hulu migas nasional oleh BUMN Pertamina hanya sebesar 15 hingga 20 persen.

"Jumlah tersebut terbilang kecil dibanding negara lain dalam pengelolaan migas negara. Perbandingannya, Brasil mencapai 81 persen, Aljazair 78 persen, Norwegia 58 persen,dan Malaysia 47 persen, sehingga dapat dikata­kan, Pertamina tidak berperan sebagai tuan rumah di nega­ranya sendiri," ujar Karyadi dalam diskusi Urgensi RUU Migas dan Kedaulatan Energi Nasional di Jakarta kemarin.

Kondisi seperti ini, lanjut Karyadi, dinilai akan men­gancam ketahanan energi na­sional. Sebab, tidak seharusnya Pertamina sebagai tuan rumah tidak mendominasi pengua­saan migas nasional. "Kondisi ini sangat mengancam ketahanan energi kita," katanya.

Karyadi menambahkan, kendati memberi kontribusi signifikan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi, dominasi asing dalam pen­gelolaan migas juga dinilai memiliki kerawanan energi yang tinggi.

Karena itu dia meminta rancangan UU Migas harus diar­ahkan agar penguasaan dilaku­kan oleh Pertamina yang ber­tindak sebagai NOC (National Oil Company) lewat holding energi. Sementara menurut Menteri ESDM Sudirman Said, rencana holding energi tersebut sudah dibicarakan di rapat terbatas kabinet pada bulan April.

"Rencana pembentukan Holding BUMN Energi sudah dibicarakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri terkait dalam rapat terbata," ungkap Sudirman.

Selain itu, para pemangku kepentingan sangat mendukung rencana tersebut. Menurut Sudirman, holding dapat membuat BUMN energi se­makin kuat dan besar. "Tentu negara akan sangat diuntung­kan bila BUMN lebih ramping dan punya kapabilitas lebih besar. Manfaatnya, holding juga bisa menarik resources, seperti modal, marketing, dan banyak hal yang bisa dilaku­kan bersama. Kita menyambut baik pembentukan holding," paparnya.

Holding BUMN Energi, di­yakini Sudirman, dapat mem­berikan sinergi antar sesama BUMN energi, yaitu antara PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang sama-sama bergerak di bidang usaha hilir gas bumi.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM berpendapat, sin­ergi dua BUMN energi, PGN dan Pertagas, dapat menjadi solusi tumpang tindih pem­bangunan pipa dan penyaluran gas. "Dengan adanya holding, masalah kompetisi tidak sehat antar BUMN bisa selesai. Mudah-mudahan urusan PGN dan Pertagas itu bisa selesai," kata Sudirman. ***

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA