"Ini adalah sinergi BUMN antara PT Abipraya dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), serta sebagai upaya kami untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di Solok Selatan," ujar Direktur Utama PT Brantas Energi Sutjipto kepada wartawan, Selasa (24/5).
Dia menjelaskan, kerja sama tersebut sangat tepat karena RNI sendiri memiliki kekayaan air terjun dan sungai yang dikelola oleh PT Mitra Kerinci. Sedangkan PT Brantas Abipraya melalui PT Brantas Energi mengantongi banyak pengalaman dalam pengelolaan bendungan dan pembangkit listrik.
Sutjipto menambahkan, Brantas Energi sangat serius dalam sinergi ini. Ditunjukkan dengan komitmen dalam pembangunan proyek yang bertujuan mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan. Diharapkan, dengan adanya sinergi dapat menggerakkan perekonomian melalui kemandirian energi yang bersumber pada potensi domestik.
Berdasarkan data Dinas ESDM Solok Selatan, masih ada 10.661 rumah yang belum mendapat aliran listrik. Sehingga dengan menggiatkan kerja sama, kemandirian energi nantinya dapat menyokong dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sutjipto menilai, kerja sama tersebut akan sangat menguntungkan, terlebih saat ini pemerintah tengah menggenjot pengembangan energi terbarukan.
"Untuk itu, kami berharap sinergi BUMN bersama RNI dapat berlanjut untuk pengembangan sumber energi terbarukan di tempat lainnya. Ditargetkan tahun ini sudah dimulai tahap konstruksi," jelasnya.
Pembangunan PLTMH sendiri akan dilakukan di empat titik. Total kapasitas energi listrik yang bisa diperolah dari sekitar 15,8 MW dengan rencana investasi sebesar Rp 460 miliar. Seluruh daya yang diperoleh akan dijual langsung ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
[wah]
BERITA TERKAIT: