Menteri Puspayoga: Koperasi Pedagang Pasar Tradisional Harus Jadi Prioritas LPDB

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 02 Mei 2016, 09:51 WIB
Menteri Puspayoga: Koperasi Pedagang Pasar Tradisional Harus Jadi Prioritas LPDB
foto: humas lpdb
rmol news logo Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM menyalurkan kredit kepada dua koperasi di Bali, Koperasi Pedagang Pasar Kamboja dan Koperasi Pasar Kumbasari yang masing-masing mendapat kredit sebesar Rp 9 miliar dan Rp 15 miliar.

Dana bergulir tersebut akan disalurkan kepada 1.258 pedagang korban kebakaran Pasar Badung beberapa waktu lalu. Karena mereka korban bencana kebakaran, maka LPDB menggunakan special rate, yaitu 0,125 persen per bulan atau sekitar tiga persen per tahun.

"Semakin banyak LPDB menyalurkan kredit ke koperasi, maka ekonomi kerakyatan bisa lebih berkembang. Karena, ekonomi kerakyatan itu identik dengan pasar tradisional," kata Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dalam sambutan peresmian relokasi pedagang Pasar Badung korban kebakaran ke eks Tiara Grosir, Kota Denpasar, Minggu (1/5).

Sehingga, lanjut Puspayoga, hal itu bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. "Saya pikir, dengan bunga kredit dari LPDB sebesar 0,1 persen bagi koperasi pedagang Pasar Badung, itu sangat murah. Dan koperasi menyalurkan kreditnya kepada pedagang khususnya yang terkena musibah, jangan lebih dari 0,45 persen. Ini yang pertama di Indonesia, koperasi di Bali bisa memberikan bunga kredit yang sangat ringan," tutur Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut LPDB-KUMKM Kemas Danial menjelaskan, dua koperasi yang beroperasi di Pasar Badung tersebut, selama ini dianggap memiliki kinerja baik. Sementara untuk pedagangnya, ada yang mendapat kredit antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Bahkan, ada beberapa pedagang yang bisa mendapat kredit sebesar Rp 100 juta hingga Rp 300 juta. "Kredit dari LPDB itu untuk modal kerja bagi pedagang yang terkena musibah. Siapa-siapa yang mendapatkannya, tergantung dari verifikasi pengurus koperasi pasar. Jangan sampai yang bukan terkena musibah kebakaran juga mendapat kredit LPDB," jelas Kemas.

Sedangkan untuk pedagang korban Pasar Ubud, Kemas mengakui bahwa pihaknya tengah menunggu pengajuan bantuan dana bergulir dari koperasi pasar disana. "Koperasi pasar di sana sedang me-list pedagang yang benar-benar terkena musibah kebakaran. Skim seperti di Pasar Badung juga akan diterapkan untuk pedagang di Pasar Ubud," ujar Kemas.

Kemas menambahkan, sepanjang tahun Anggaran 2016, LPDB KUMKM sudah menyalurkan dana bergulir di Provinsi Bali sebesar Rp 49 miliar dengan 13 mitra. Sementara secara total hingga 22 April 2016, LPBD sudah menyalurkan sebesar Rp 391,19 miliar untuk 46.172 UMKM dan 184 mitra. "Kalau total seluruh Indonesia, per 22 April 2016, kami sudah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 7,12 triliun untuk 850.654 UMKMmelalui 4.144 mitra," pungkas Kemas.[wid]



FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA