Hari Kartini, Murid SWA Diajak Belajar Budaya Indonesia Dan Wirausaha

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 25 April 2016, 09:55 WIB
rmol news logo Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Sinarmas World Academy mengadakan lomba yang pertama untuk siswa-siswinya, Kidspreneurship.

Kepala Sekolah TK dan SD Sinarmas World Academy, Shinta Aulia menjelaskan, tujuan dari lomba ini untuk melatih kreativitas siswa dari usia dini, mengajarkan anak untuk melihat peluang, mendidik anak mengenai keluar masuknya uang, melatih jiwa kepemimpinan anak, melatih anak untuk berkomunikasi serta melatih kreativitas promosi.

"Semangat R.A. Kartini sebagai pemimpin emansipasi wanita Indonesia dalam bidang pendidikan patut diteladani dan diteruskan oleh semua generasi muda. Dengan kegiatan lomba yang mengambil tema "Make A Diffrence ini, diharapkan siswa siswi dapat menjadi pemimpin dalam kewirausahaan," jelasnya dalam keterangan pers.

Lanjut Shinta, Hari Kartini rutin digelar tiap tahun dan diharapkan menjadi sarana bagi para murid untuk belajar budaya Indonesia. Para murid dilatih untuk tampil di depan umum dengan berbusana dan menampilkan seni budaya asli Indonesia.

Selain lomba Kidspreneurship yang mengambil tema 'Make a Difference', pada hari tersebut juga diadakan acara lomba parade baju daerah, pertunjukan tarian dan nyanyian lagu daerah,  dilanjutkan dengan permainan tradisional seperti sepak bola memakai sarung, lomba makan kerupuk, lomba bakiak, lomba balap telur, balap karung dan tarik tambang. Orangtua Sinarmas World Academy (SWA) juga turut serta meramaikan acara Perayaan Kartini di sekolah dengan mengikuti acara lomba membuat tumpeng.
 
Program ini dikenalkan kepada siswa-siswi mulai dari tingkat TK dan SD kelas 1 sampai kelas 5. Mereka saling berlomba membuka usaha yang menarik dengan berjualan makanan maupun jasa. Siswa-siswi TK akan berjualan Es Krim dan choco chips. Siswa SD kelas 1 akan berjualan Nachos dan perhiasan dari bahan kertas bekas, berkaitan dengan peringatan Hari Bumi. Siswa SD kelas 2 akan berjualan cup cakes, siswa SD kelas 3 akan berjualan makanan tradisional dan es cendol, siswa SD kelas 4 akan membuka stand permainan, sedangkan siswa SD kelas 5 akan menjual ayam goreng, serta buah-buahan berlapis cokelat.
 
Program ini berawal dari ide mereka untuk menjual produk dan menghasilkan uang, mereka sangat antusias saat berdiskusi di dalam kelas dan menentukan apa yang akan mereka jual. Modal didapat dari pinjaman kepada orangtua masing-masing dengan jumlah maksimal Rp 50 ribu.

Mereka belajar untuk membuat perencanaan bisnis mulai dari menentukan nama perusahaan, strategi penjualan, jumlah pengeluaran, modal yang dibutuhkan, sampai berapa keuntungan yang didapat. Apabila perusahaan mendapat keuntungan, maka modal yang dipinjam dari orangtua akan dikembalikan dan 50 persen dari keuntungan akan disumbangkan ke organisasi Ibu dan Anak.
 
Dengan memberikan sumbangan diharapkan bisa melatih anak-anak untuk memberi.

"Harapan sekolah ke depannya adalah menggalakkan dan mengembangkan kegiatan enterpreneurship ini di tahun-tahun selanjutnya untuk menghasilkan pebisnis-pebisnis muda yang kreatif dan inovatif," tutup Shinta.[wid]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA