Berbicara dalam forum Indonesia-US Trade and Investment Framework Arrangement Trade and Investment Council (TIFA-TIC) yang digelar di Yogyakarta, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Iman Pambagyo mengatakan, pertemuan tahun ini harus diarahkan untuk menaikkan surplus perdagangan Indonesia. Dengan menciptakan atmosfer positif kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.
"Pemerintah ingin menciptakan atmosfer positif untuk menaikkan lebih besar lagi surplus neraca perdagangan dengan AS. Pada 2015, Indonesia surplus USD 8,65 miliar," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta (Minggu, 17/4).
Iman menjelaskan, total nilai perdagangan Indonesia dengan AS selama periode 2011-2015 menunjukkan tren penurunan sebesar 0,33 persen. Pada 2015, total perdagangan Indonesia-AS sebesar USD 23,83 miliar atau menurun 3,51 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 24,76 miliar.
Sementara, ekspor Indonesia ke AS pada 2015 tercatat USD 16,24 miliar dengan nilai impor pada periode yang sama sebesar USD 7,59 miliar. Dengan demikian, Indonesia surplus USD 8,65 miliar pada 2015.
"Sedangkan, neraca perdagangan Indonesia terhadap AS periode Januari 2016 telah mencapai surplus USD 773,82 juta," beber Iman.
Adapun, beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan TIFA-TIC antara lain program Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, Intellectual Property Right, Localization Requirement for High Tech Products, dan pertukaran informasi atas model Bilateral Investment Agreement (BIT), Trade Facilitation Agreement (TFA) Indonesia, Lacey Act (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), perkembangan Trans-Pacific Partnership (TPP), dan proposal Indonesia terkait Palm Oil Joint Study.
[wah]
BERITA TERKAIT: