Kemendes: Anggaran Pengembangan Daerah Tertentu Untuk Tahun Ini Menurun

Sabtu, 02 April 2016, 16:14 WIB
rmol news logo Dari 122 Kabupaten Daerah Tertinggal, sebesar 84,42 persen atau setara dengan 103 kabupaten berada di kawasan timur Indonesia. Mayoritas daerah tersebut berada di daerah perbatasan dan pulau terluar.

Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTU), Suprayoga Hadi menjabarkan, setidaknya ada empat hal yang menjadi kendala bagi daerah tertinggal. Pertama, berkaitan dengan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) di perbatasan yang masih sangat minim. Kedua, minimnya ketersediaan infrastruktur, Ketiga Pengelolaan Sumberdaya Alam (SDA) yang belum optimal, dan Ketersedian layanan dasar yang masih sangat terbatas.

Selain empat hal tadi, ditambah dalam konteks kelembagaan yang juga masih sangat kurang. Nah di inilah yang akan menjadi acuan kita dalam mengentaskan daerah tertinggal ini," ujarnya.

Diakui Suprayoga, anggaran yang akan digunakan untuk melakukan pembangunan dan pengembangan daerah tertentu tahun ini menurun, yakni Rp 1,5 triliun di tahun 2015 menjadi Rp 1 triliun di Tahun 2016. 77 persen dari dana tersebut, akan digunakan pembangunan di perbatasan dan pulau terluar.

"Memang ada tambahan dana untuk perbatasan dan pulau terluar tahun ini yakni Rp 500 miliar. Ini khusus untuk daerah perbatasan dan pulau terluar, karena kita sangat fokus di sini," ujarnya.

Untuk pulau terluar lanjutnya, sebagian besar pembangunan berkaitan dengan infrastruktur jalan poros, dan sarana dasar. Tahun ini, jalan poros pulau yang akan dibangun ada di 10 kabupaten, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lima kabupaten.

"20 persen pembangunan kita memang ada di jalan poros. Kita juga berikan bantuan berupa Reverse Osmosis, atau alat penjernih air. Karena, kawasan-kawasan tertinggal ini banyak yang kesulitan air bersih," ujarnya.[wid]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA