RMOL. Biaya logistik merupakan aspek penting untuk diefisienkan dengan segera dan melalui langkah yang tepat dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Demikian diingatkan pengamat pelabuhanan Reza Andrea Ginting mengutip keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (17/1).
Reza yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Maritim DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia itu mengatakan, biaya logistik yang tinggi disebabkan mulai dari kurangnya fasilitas hingga manajemen yang kurang baik menyebabkan inefisiensi aktivitas logistik.
Sebagai negara kepulauan, ujar dia, tentunya kegiatan logistik nasional banyak bertumpu pada pelabuhan. Oleh karena itu, pelabuhan menjadi titik penting dari jaringan logistik nasional.
Reza berharap pemerintah menjadikan pembenahan pelabuhan menjadi prioritas utama untuk mendapatkan biaya logistik yang murah dalam menghadapi MEA.
Hal tersebut, lanjutnya, karena sudah menjadi kewajiban berbagai pelabuhan, khususnya pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan dan Makassar diberikan fasilitas yang memadai dan dapat beroperasi dengan baik. Dalam hal ini, menurut dia, kesiapan fasilitas pelabuhan merupakan kunci utama dalam kelancaran proses bongkar muat barang.
Ia juga menginginkan berbagai pihak terkait berefleksi dari kasus kerusakan alat bongkar muat di pelabuhan yang berpotensi mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi pemilik kapal, serta berimplikasi pada naiknya biaya logistik.
Reza mencontohkan, peristiwa tersebut adalah sama seperti halnya saat terjadi kerusakan derek kontainer di Belawan menjelang akhir tahun 2015 sampai awal tahun 2016.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: