"Sejak awal sudah ditengarai ada praktik kongkalikong dan tidak independen terhadap audit investigasi anak perusahaan Pertamina, Petral-Pertamina Energy Service Pty Ltd (PES) dan Zambesi Ltd. Kalau sekedar warning percuma saja, bila tidak ada pejabat ESDM dan Pertamina yang terlibat dalam kasus Petral. Bukan rahasia umum lagi ada pejabat yang terlibat dan menjadikan Petral sebagai sarang mafia migas,†jelas pengamat kebijakan energi, Rusmin Effendy saat dikontak, Kamis (12/11).
Menurut dia, Menteri ESDM seolah-olah ingin membongkar praktik mafia, padahal dia merupakan bagian dari konglomerasi tersebut. Salah satu buktinya, pada periode sebelum 2012, Sudirman Said diketahui sebagai SPV ISC Pertamina yang memutuskan importasi minyak mentah dan BBM. Diketahui, ketika Sudirman Said menjadi SPV ISC, harga BBM yang dibeli dari market tertinggi sepanjang sejarah, bahkan mencapai MOPS+USD6,5.
"Yang patut kita pertanyakan siapa yang mengaransi Menteri ESDM sampai bisa masuk kabinet. Padahal proses penyusunan kabinet namanya sama sekali tidak pernah diunggulkan. Kan aneh, kenapa pada saat last minute bisa muncul. Kemudian apa prestasi beliau selama menjabat Menteri ESDM,†tegas dia.
Nah, dilanjutkan Rusmin, Menteri ESDM seharusnya membuka secara transparan hasil audit investigasi Petral, termasuk para mafia migas yang berlindung dan menjadikan Petral sebagai sapi perahan, bukan menyasar kelompok tertentu saja. Menurutnya, tender pengadaan minyak mentah dan BBM sudah mulai dilakukan sejak 2004 silam, sedangkan tahun 2009 Sudirman Said pernah menjabat SPV ISC-Pertamina. Sewajarnya audit forensik harus dilakukan mulai tahun 2004 sampai 2014. Agar semua kelihatan terang-benderang, lebih difokuskan sebelum dan setelah ISC-Pertamina dibentuk.
"Kalau berani ingin membongkar mafia migas, silakan bongkar sejak Petral berdiri siapa saja pejabat yang menikmati bisnis transaksi pengadaan minyak impor selama ini. Kalau tidak mampu, tidak usah gembar-gembor. Bagaimana soal keterlibatan Ari Soemarno selama memimpin Petral apa berani membongkarnya,†kritik dia.
Oleh karenanya, Rusmin mendesak Presiden Jokowi segera mencopot menteri ESDM, termasuk Dirut Pertamina Dwi Soetjipto yang diangkat oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno.
"Kalau mau jujur, apa prestasi Dwi Soetjipto selama memimpin pertamina, tidak ada gebrakan yang bisa dilakukan. Yang jelas, mereka semua adalah bagian dari sindikasi mafia migas, termasuk Ari Soemarno yang lolos dari jerat hukum,†tandasnya.
[sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: