Kesimpulan ini muncul sebagai hasil diskusi seluruh pemangku kepentingan pada penutupan Indonesia Infrastructure Week, salah satu forum bisnis dan eksibisi paling strategis di Indonesia.
"Kami berupaya untuk mewujudkan potensi nasional dan tidak berhenti apapun hambatan yang menghadang. Saya yakin, jika kita semua bekerjasama, kita akan dapat mencapai tujuan akhir kita dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, pada sambutannya saat menutup Indonesia Infrastructure Week di Jakarta Convention Center, kemarin sore (Jumat, 6/11).
"Saat ini kita menghadapi beberapa tantangan, antara lain terbatasnya infrastruktur, presentase biaya yang masih tinggi untuk logistik dan pengangkutan barang dan jasa," tambahnya.
Sebagai akibat dari kondisi infrastruktur yang kurang ideal, waktu tempuh rata-rata di koridor utama Indonesia mencapai 2,6 jam per 100 km. Bandingkan dengan Thailand dan Malaysia, waktu tempuhnya bisa dua kali lipat lebih lama. Tidak hanya itu, rasio distribusi listrik mencapai 84,1 persen, menurut Darmin, jauh tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Filipina dan Vietnam dengan rasio 100 persen.
"Meskipun demikian, kami tetap berkomitmen untuk mendukung investor dalam mengatasi masalah ini melalui enam paket kebijakan ekonomi yang baru dikeluarkan, lengkap dengan skema kemitraan antara pemerintah dan swasta, dan skema pendanaan yang inovatif," ujarnya.
Darmin menekankan bahwa untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tujuh persen, Indonesia perlu memobilisasi sumber pendanaan alternatif untuk proyek-proyek infrastrukturnya. Hal ini merupakan sesuatu yang dapat dicapai melalui kemitraan antara pemerintah dan swasta, termasuk kekurangan dana, kesiapan pembayaran dan pinjaman langsung, serta skema berbasis pencapaian tahunan.
IIW’ 15 telah berhasil menarik lebih dari 12 ribu pengunjung dan lebih dari 200 eksibitor pada event yang berlangsung selama tiga hari ini. IIW’15 juga berhasil untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan tidak hanya untuk mengatasi isu tetapi juga menggarisbawahi area yang mampu ditingkatkan. Tahun depan, diproyeksikan IIW akan melayani lebih banyak investor, perwakilan pemerintah dan semua profesional yang berhubungan dengan infrastruktur.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: