Empat Alasan SBY Tolak Masuk TPP

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 01 November 2015, 07:26 WIB
Empat Alasan SBY Tolak Masuk TPP
rmol news logo Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan alasan mengapa saat dirinya memerintah‎ tidak menjadikan Indonesia ikut kerjasama perdagangan bebas kawasan Pasifik atau Trans Pacipic Partnership (TPP).

"Alasan saya dulu mengapa Indonesia belum tepat bergabung ke TPP, pertama kita sedang meningkatkan kesiapan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN," kata SBY dalam akun twitternya @SBYudhoyono.‎

Selain itu, kata SBY, Indonesia juga harus untung dalam kerjasama China-ASEAN Free Trade Agreement. Menurut SBY, rakyat khawatir kita tidak siap dan merugi dalam kerjasama MEA dan China-ASEAN Free Trade Agreement.

‎"Ketiga, kita sedang ikut negosiasi RCEP, kerjasama ekonomi ASEAN + Tiongkok, Jepang dan Korea. Jangan sampai kita juga tidak siap," kicaunya.‎

Alasan terakhir, kata SBY, ekonomi Indonesia tidak berorientasi pada ekspor. Kondisi ini yang membedakan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Brunei dan Vietnam yang masuk TPP.‎

"Pasar domestik kita besar," sambung SBY.

SBY mengungkapkan berbagai alasan ini untuk menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo yang menyatakan Indonesia bergabung dengan kerja sama dagang TPP. Jokowi menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja  di Washington, Senin (26/10) lalu. ‎

Keputusan Jokowi ini kemudian dibanding-bandingkan dengan SBY yang sepanjang pemerintahannya menolak ajakan untuk bergabung ke TPP.

‎TPP merupakan pakta perdagangan beranggotakan 12 negara.‎ Menurut klaim para anggotanya, TPP  akan memotong hambatan perdagangan dan harmonisasi standar di seluruh 12 negara pantai Pasifik, termasuk Australia dan Jepang, yang memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sebesar 28 triliun dolar AS.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA