Jokowi Diwanti-wanti, TPP Cuma Menjadikan Indonesia Sebagai Pasar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 31 Oktober 2015, 21:19 WIB
Jokowi Diwanti-wanti, TPP Cuma Menjadikan Indonesia Sebagai Pasar
rmol news logo Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus berpikir ulang untuk bergabung dengan blok ekonomi Trans Pasific Partnership (TPP) sebagaimana ajakan dari Amerika Serikat.

Pendiri Institute for Develovment of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini mengatakan, para menteri-menteri Kabinet Kerja seharusnya memberikan masukan yang tepat kepada Jokowi terkait dampak ekonomi yang akan diterima oleh Indonesia bila bergabung dengan TPP.

"Harus dikaji lebih dalam lagi, menteri-menterinya harus memberikan informasi setepat-tepatnya dengan Pak Presiden soal TPP ini," katanya di Jakarta, Sabtu (31/10).

Dia tegaskan, Indonesia belum siap untuk masuk ke dalam forum yang beranggotakan selusin negara besar tersebut, karena bisa saja motif negara-negara tersebut mengajak Indonesia sebagai anggota hanya karena ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar dari barang dan jasa yang diproduksi mereka.

"Dengan China saja kita kerepotan, jangan sampai TPP ini hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar mereka saja," tandasnya.

Untuk diketahui saat ini ada 12 negara TPP yang terdiri dari Singapura, Jepang, Selandia Baru, Chile, Brunei, Selandia Baru, Kanada, Australia, Malaysia, Peru, Meksiko dan vietnam. [sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA