Darmin Nasution Sudah Tak Layak Jadi Lokomotif Tim Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 30 September 2015, 16:16 WIB
Darmin Nasution Sudah Tak Layak Jadi Lokomotif Tim Ekonomi
sya'roni
rmol news logo Kondisi perekonomian Indonesia yang makin memburuk harus direspon cepat. Presiden Joko Widodo disarankan untuk tidak perlu menunggu‎ waktu lagi mengocok ulang komposisi tim ekonomi kabinet.

‎"Tidak adanya terobosan yang brilian dari tim ekonomi menjadikan ekonomi Indonesia makin buram. Untuk menyelamatkan ekonomi bangsa, inilah saat yang tepat bagi Presiden Jokowi untuk merombak kembali tim ekonomi," ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Kocok ulang kabinet terutama harus dilakukan terhadap posisi Menko Perekonomian. ‎Menurut Sya'roni, sejak Darmin Nasution dilantik sebagai Menko Perekonomian pada 12 Agustus lalu kondisi ekonomi kita makin terpuruk.‎ Nilai tukar rupiah bukannya membaik tetapi malah terus menukik. Puluhan ribu buruh sudah di-PHK.

BPJS Ketenagakerjaan bahkan sudah mencairkan dana JHT buruh yang di-PHK hingga hampir Rp 2 triliun.

"Darmin Nasution sudah tidak layak menjadi lokomotif tim ekonomi. Masih banyak putra-putra terbaik bangsa yang sanggup untuk memimpin tim ekonomi dan yang mampu membawa perbaikan pada kondisi ekonomi bangsa," imbuh Sya'roni.

Alih-alih membuat kebijakan kreatif, kata Sya'roni lagi, yang terdengar dari Darmin cs hanyalah suara-suara menyalahkan ekonomi global yang sedang melambat.

"Kalau kerjanya hanya meyalahkan ekonomi global yang sedang melambat tanpa ada terobosan-terobosan yang brilian, apa gunanya digaji mahal? Apa gunanya ratusan lulusan Phd di Menko Perekonomian dan Kementerian Keuangan? Mestinya sumber daya yang luar biasa ini bisa dimanfaatkan oleh Menko Perekonomian untuk menggerakkan roda perekonomian agar terhindar dari keterpurukan," tukas Sya'roni.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA