"Selama Ramadhan memang beberapa fenomena kejahatan yang muncul di antaranya copet, tukang geser barang di pasar dan mall, jambret, rampok, hipnotis, dan pencurian rumah kosong," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, Senin (22/7).
Polda Metro Jaya mencatat ada 76 laporan aksi perampokan pada awal Januari 2013 hingga awal Juli 2013. Selama minggu pertama bulan Ramadan saja, sudah ada 18 kasus perampokan.
Untuk dapat terhindar dari aksi kejahatan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya memberikan beberapa tips yaitu:
* Pada kasus pencurian dan perampokan, warga yang ingin menyetor uang ke bank, penyetoran uang hasil SPBU, mengambil gaji karyawan, uang THR dihimbau agar meminta pengawalan kepolisian. Dan untuk pemilik toko emas dan pegadaian diharapkan agar lebih meningkatkan pengamanannya.
* Untuk kasus pencurian rumah kosong, warga dihimbau untuk lebih meningkatkan pengamanan di lingkungan rumah. Jika akan meninggalkan rumah dalam waktu lama, warga diimbau agar tidak hanya mengunci rumahnya, tetapi juga menitipkan rumah pada sekuriti tempat tingggal atau tetangga yang tidak mudik.
* Menghindari tindak pencopetan atau pencurian, warga diimbau untuk tidak menggunakan perhiasan mencolok, menggunakan HP, BB, atau alat komunikasi lainnya di tempat ramai. Karena kondisi itu seolah-olah "mengundang" pelaku untuk melakukan kejahatan.
* Diharapkan jangan lengah ketika membawa tas, karena bisa saja dijambret. Karena isi tas bisa diambil dengan cara tas disobek menggunakan cutter atau silet. Usahakan tas selalu ada di depan terlebih saat berada di antrian atau berdesakan.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BACA JUGA: