BPJS Ketenagakerjaan Teruskan Sistem Korporasi Modern Jamsostek

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 20 April 2013, 12:39 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Teruskan  Sistem Korporasi Modern Jamsostek
ilustrasi/ist
rmol news logo . Dirut PT Jamsostek (Persero) Elvyn G Masassya menjamin transformasi korporasi PT Jamsostek tidak akan menjadi setback saat institusi itu menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014 mendatang.

"Tidak akan berubah, hanya badan hukumnya saja dari korporasi menjadi badan publik," kata Elvyn G Masassya dalam laporan perkembangan triwulanan transformasi BPJS di Bandung, tadi  malam (Jumat, 19/4).

Menurut Elvyn, setelah jadi BPJS maka pengelolaan jaminan sosial pekerja tetap dilaksanakan dengan pendekatan  independen yang meletakkan dasar-dasar  entrepreneurship, korporasi, Good Corporate Governance (GCG) yang didukung  sistem korporasi yang akuntabel.

"Jadi langkah  transformasi nantinya akan memperkuat  kelembagaan," terangnya.

Dijelaskan, sejumlah sasaran strategis transformasi Jamsostek yang telah dijalankan meliputi, pembenahan dan pengelolaan kepesertaan data, penguatan fungsi pemasaran dan kolaborasi.

Selain itu, kata Elvyn, Jamsostek melakukan redefinisi bisnis proses dan teknologi informasi, inovasi produk dan layanan, restrukturisasi organisasi, optimalisasi pengelolaan keuangan dan investasi serta perencanaan korporat.

Dia juga menyanggah bakal terjadinya perubahan kultur dari penerapan praktik manajemen modern menjadi praktik birokrasi yang lambat setelah Jamsostek bertransformasi jadi badan publik.

"Kita tidak akan menerapkan birokrasi yang besar, tapi akan menjalankan sistem less birocratic, yaitu melakukan  perampingan organisasi yang efisien dan menyebar," katanya.

Sebagai misal, lanjut Elvyn, pihaknya segera melaksanakan penataan organisasi dengan pembentukkan tiga Kantor Wilayah (Kanwil) baru di Serang (Banten), Pekanbaru dan Ambon.

Selain menambah tiga Kantor Wilayah, Jamsostek juga telah membuka 56 Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan kerjasama dengan BRI membuka 500 service point atau outlet dimana bisa melakukan registrasi dan menerima pembayaran iuran kepesertaan.

Elvyn mengatakan, pihaknya juga akan melaksanakan integrasi data kepesertaan dengan data Adminduk (adminisrtasi penduduk). Disamping itu juga dilakukan pengembangan Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) ke smart card. Nantinya, utilisasi smart card untuk mendukung penerapan nomor indentitas tunggal, layanan multi fungsi dan pengembangan manfaat untuk peserta. [fer]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA