Antrean Pesawat Di Bandara Kian Lama, Pilot Curhat Ke DPR

Rabu, 10 April 2013, 08:00 WIB
Antrean Pesawat Di Bandara Kian Lama, Pilot Curhat Ke DPR
ilustrasi/ist
rmol news logo .Asosiasi Pilot Indonesia me­nge­luhkan minimnya fasilitas di bandara. Jika tidak ada pembe­nahan, maka kondisi itu akan merugikan maskapai nasional.

Ketua Asosiasi Pilot Indonesia Hasfrinsyah mengungkapkan, jam penerbangan saat ini sudah sangat padat. Sementara  fasili­tas landasan tidak memandai.

“Pesawat yang ingin melaku­kan penerbangan atau pendaratan harus menunggu giliran dan me­makan waktu lama. Ini me­rugi­kan karena waktu tidak efi­sien dan pesawat harus mengkon­sum­si bahan bakar lebih banyak,” curhat Hasfrinsyah di Gedung DPR, kemarin.

Dia mencontohkan, Bandara Adi Su­cipto Yogyakarta sebagai bandara paling kritis. Buktinya, untuk masuk ke bandara tersebut bisa ter­­tunda sampai 20-30 me­nit. Bisa dibayangkan, berapa bahan bakar yang terbuang.

Selain itu, ungkap Has­frin­syah, tempat parkir pesawat di sejumlah bandara sudah se­makin sempit. Kondisi ini sangat menge­rikan. Sebab, pernah be­be­­rapa kali ter­jadi senggolan pesawat.

Anggota Komisi V DPR Eriko Sutarduga meminta, jadwal pe­nerbangan dan pembelian pesa­wat dihentikan sementara.

“Untuk memecahkan masalah ini, salah satunya dengan mem­buat moratorium. Agar masalah-masalah penerbangan bisa di­minimalisir. Masalah ini tidak bisa dianggap kecil karena me­nyangkut keselamatan,” tegas Eriko

Selama moratorium nanti, kata Eriko, pe­merintah harus menca­rikan solusi untuk mengatasi pa­datnya jadwal penerbangan. Misalnya, meng­kaji kemung­kin­an memberda­ya­kan bandara lama yang saat ini tidak aktif untuk penerbangan ko­mer­sial.

“Apakah nanti mem­ba­ngun bandara baru atau semen­tara buka dulu Halim dan Pondok Cabe. Apa bisa di Soekarno Hatta diba­ngun runway ketiga,” cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA